Gubernur Jambi Lepas 135 Personel untuk Mencegah Karhutla di Kumpeh dan Sadu

Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI M Zulkifli mengatakan personel yang diterjunkan tersebut terdiri dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daer

Tribunjambi/Zulkifli
Gubernur Jambi, Fachrori Umar saat melepas ratusan personil Satgas Karhutla 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Guna mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Satgas Karhutla Provinsi Jambi melepas 135 personel ke Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muarojambi dan Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur untuk percepatan pencegahan kebakaran.

Ratusan personel tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Jambi Fachrori Umar selaku Dansatgas Karhutla, Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI M Zulkifli dan Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi yang ditandai dengan apel pelepasan di Makorem 042/Gapu, Minggu pagi (2/8/2020).

Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI M Zulkifli mengatakan personel yang diterjunkan tersebut terdiri dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Manggala Agni dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

REAKSI Kakak Nella Kharisma yang Kesal saat Adiknya Dituduh Selingkuhi Cak Malik Demi Dory Harsa

Disnakkan Sungai Penuh Temukan Cacing Hati pada Hewan Kurban

“Untuk saat ini kita turunkan di dua kabupaten dulu, karena ini daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan,” kata Danrem.

Lanjutnya, untuk saat ini pihaknya telah menyiapkan 1.500 personel yang tergabung dalam satgas karhutla Provinsi Jambi. Nantinya akan diterjunkan ke kabupaten lain yang juga kerap terjadinya kebakaran. Meski demikian, kata Zulkifli pihaknya akan bersosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara di bakar.

“Kita tak bisa bekerja sendiri, kita juga harus bersinergi dengan masyarakat setempat untuk bersama mengantisipasi terjadinya kebakaran,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Fachrori Umar selaku Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi mengatakan bahwa ini merupakan tindak lanjut dari pencegahan terjadinnya kebakaran hutan. "Kita mengupayakan pencegahan bukan pemadaman," kata Fachrori.

Kata dia, akibat dari karhutla ini banyak dampak yang negatif. "Perubahan iklim dan asap sangat menggangu kesehatan masyarakat," tambahnya. Kemudian, pencegahan kebakaran hutan ini juga berkaca dari tahun sebelumnya, antisipasi sedini mungkin harus dilakukan.

"Setidaknya kita bisa mengurangi jumlah luasan lahan yang terbakar agar tak seperti tahun sebelumnya," sebutnya.

Kemudian, Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan pihaknya juga telah meminta kepada Polres dan Polsek di Kabupaten ikut serta memadamkan api di wilayah rawan kebakaran. Kata dia, patroli dan pendekatan persuasif dengan masyarakat juga langkah utama dalam memadamkan api.

Kata dia, kerja sama dengan perusahaan untuk ikut serta memadamkan api juga menjadi langkah utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan sesuai dengan klaster yang telah ditetapkan. Kemudian patroli juga terus dilakukan.

Selanjutnya, untuk saat ini pihaknya juga telah memasang titik koordinat yang bisa dipantau langsung dan bisa mendeteksi secara langsung pemilik lahan yang terbakar.

“Kalau memang sengaja di bakar akan kita proses, kan kita tahu lahan itu milik siapa,” kata dia.

Selanjutnya, saat ini Firman juga akan menindak tegas pelaku karhutla yang terjadi di Provinsi Jambi.

“Untuk tersangka tambahan kita akan cek dulu dengan penyidik,” tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved