Berita Bungo

Didominasi Cerai Gugat, Ini Jumlah dan Penyebab Perceraian di Pengadilan Agama Muara Bungo

Berdasarkan data yang diperoleh tribunjambi.com dari ketua Pengadilan Agama Muara Bungo melalui Ahmad Patrawan, selaku Humas menyampaikan jumlah perka

Tribunjambi.com/Mareza
Ada 462 Perkara, Perkara di Pengadilan Agama Muara Bungo Tahun 2019 Menurun 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Pengajuan perkara perceraian di Pengadilan Agama Muara Bungo hingga Juli 2020 didominasi oleh perempuan.

Berdasarkan data yang diperoleh tribunjambi.com dari ketua Pengadilan Agama Muara Bungo melalui Ahmad Patrawan, selaku Humas menyampaikan jumlah perkara yang masuk di tahun 2020 sebanyak 226 ajuan.

Dari jumlah tersebut didominasi pengajuan untuk cerai gugat yang mencapai 154 perkara. Sementara untuk laki laki yang mengajukan permohonan perceraian (cerai talak) sebanyak 43 orang.

Persiapan Pilkada Serentak, Lapas Narkotika Muara Sabak Siapkan TPS Alternatif

Peserta Tes SKB CPNS 2019 Wajib Datang 60 Menit Sebelum Tes, Ini yang Dilarang Dibawa Saat Tes SKB

Rangga Azof Buka-bukaan Lagi PDKT Sama Seseorang Dibelakang Layar, Cut Syifa? Kepergok Makan Berdua

"Dari Januari hingga Juli 2020 yang mengajukan cerai di Pengadilan Agama Muara Bungo sebanyak 43 Cerai Talak dan 154 Cerai Gugat," ujarnya belum lama ini.

Dijelaskannya bahwa banyaknya perempuan yang mengajukan perceraian lantaran pihak laki laki tidak memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sehingga pihak perempuan lebih memilih untuk pisah.

"Pertama, faktor ekonomi, dimana terkadang si suami agak kurang memberikan nafkah," ujarnya.

Selain itu yang rentan menjadi keretakan dalam rumah tangga umumnya adalah pertengkaran yang tidak berkesudahan yang berakibat dalam kekerasan.

Kesalahan berikutnya diakibatkan candunya suami dalam berjudi dan mabuk mabukan, sehingga uang yang seharusnya dibawa ke rumah habis saat berjudi.

"Suami yang melakukan Perselingkuhan juga ada," ungkapnya.

Sementara suami yang mengajukan cerai isterinya lantaran ketidaktaatan sang pendamping kepadanya. Terjadilah perselisihan dan pertengkaran dalam rumah.

"Ada juga si istri yang melakukan perselingkuhan," katanya.

Disampaikannya, pada tahun 2017 Pengadilan Agama Muara Bungo menerima perkara sebanyak 507 perkara, sedangkan pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebanyak 46 perkara, dengan jumlah 553 perkara.

Sementara pada tahun 2019 masyarakat Bungo yang mengajukan perkara mengalami penurunan, yaitu sebanyak 462 perkara.

Jumlah itu mengalami penurunan hingga Bulab Juli 2020. Namun Ahmad belum dapat memastikan apakah jumlah itu akan bertambah.

"Dibandingkan tahun sebelumnya untuk saat ini agak menurun, karena masih bulan Juli. Tapi nanti kita tahu sampai bulan Desember," tandasnya.

Penulis: Darwin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved