Modus Gilang Bungkus Jaring Korban, Rata-rata Pria, Terpikat karena Sering Dibilang Begini
G disebut memiliki kelainan dan melampiaskan nafsu seksualnya lewat cara membungkus korbannya menggunakan kain jarik
Korban menduga pelaku secara diam-diam menyelipkan obat yang membuatnya tak berdaya.
"Menurut saya, minumannya sudah dikasih obat. Soalnya setelah itu saya benar-benar nggak berdaya. Sampai kos langsung capek dan mengantuk. Saat aksinya, saya nggak bisa memberontak sama sekali. Bisa jadi karena faktor capek, di-support sama obat tidurnya," kata SW.
Suka Incar Mahasiswa Baru
Presiden BEM FIB Unair Adnan Guntur (20) mengakui bahwa sosok G memang sudah dikenal memiliki penyimpangan seksual.
Dikutip dari SURYA.co.id, Kamis (30/7/2020), diceritakannya sosok G pernah terlibat masalah hingga diarak oleh warga.
Kala itu G disebut tertangkap basah sedang berbuat asusila di kamar kosnya.
"Kejadian sekitar tahun 2018, dia pernah ke-gap (Ketahuan) sama warga. Akhirnya sama warga diarak dengan membentangkan tulisan saya tidak akan mengulangi lagi. Kayaknya kasusnya sama tali-menali," kata Adnan, Kamis (30/7/2020).
Di lingkungan kampus, Adnan mengatakan G memang dikenal memiliki orientasi seksual menyukai sesama jenis.
Bahkan G disebut kerap mendekati mahasiswa-mahasiwa baru.
"Saya cerita dari latar belakang pelaku, dia memang benar mahasiswa sini bisa dibilang mahasiswa tua angkatan 2015. Dan track recordnya dari dulu seperti itu. Pas saya masih maba, angkatan saya mengeluhkan kalau didekati," ungkapnya.
"Teman-teman angkatannya tahu kok kalau dia memang gay. Sudah terkenal gitu," imbuhnya.
Adnan mengatakan ketika G sudah menentukan targetnya, G langsung bergerak mendekati calon korban lewat media sosial.
"Kalau ada maba yang dianggap menarik diincar sama dia dicari Instagramnya ngajak folbek terus dm minta nomor Whatsapp," ujarnya.
Diketahui dalam melancarkan aksinya, G selalu menggunakan alasan yang sama yakni membungkus korban dengan kain jarik untuk keperluan riset.
Korban Maba dan Anak SMA