Berita Internasional

Doyannya Amerika Serikat Ganggu China, Kali Ini Dukung Jepang soal Sengketa Perairan dengan Tiongkok

Doyannya Amerika Serikat Ganggu China, Kali Ini Dukung Jepang soal Sengketa Perairan dengan Tiongkok

Editor: Andreas Eko Prasetyo
wsj.net
Baru Kembali Terjadi Setelah Dua Dekade, Komposisi Kapal Induk Amerika di Laut China Selatan Ini Tunjukkan Rasa Frustasi AS dengan Polah Tiongkok 

TRIBUNJAMBI.COM -  Nampaknya Amerika Serikat ingin terus ikut campur dengan sengketa negara-negara lain bila melibatkan China

Kali ini AS memberikan dukungan penuhnya pada Jepang yang tengah melakukan protes terhadap China terkait dengan keberadaan kapal-kapal China yang berlayar di  perairan ekonomi dekat dengan pulau-pulau Laut China Timur yang disengketakan.

Bahkan negara Donald Trump tersebut sangat percaya dengan Jepang atas protes yang dilakukan tersebut.

Pakai Baju Relawan Gibran, Didik Hermawan Tak Lagi Menjabat Sebagai Sekretaris Fraksi DPRD Kota Solo

INFO Lowongan Kerja di Shopee Indonesia, Cek Syarat dan Posisinya, Penempatan Terbanyak di Jakarta

Kumpulan Resep Gulai Kambing Spesial, dari Iga Spesial, Potong Kotak hingga Cabai Hijau

Kala Raffi Ahmad Syok, Tahu Rumah Barunya Bisa Telan Biaya Tak Terduga, DP-nya Saja Rp 6 Miliar

Dukungan tersebut disampaikan oleh Komandan pasukan Amerika Serikat ( AS).

Ia mengatakan pada Rabu (29/7/2020), bahwa AS mendukung protes Jepang terhadap kapal-kapal China yang berlayar di perairan ekonomi dekat dengan pulau-pulau Laut China Timur yang disengketakan.

"AS 100 persen sepenuhnya berkomitmen mendukung pemerintah Jepang dalam masalah Senkaku," ujar Letnan Jenderal, Kevin Schneider yang berbicara mengenai kelompok pulau yang dikendalikan Jepang, seperti yang dilansir dari Associated Press pada Rabu (29/7/2020).

Kemudian, Schneider meyakini bahwa Jepang tidak melakukan pelanggaran dalam masalah Senkaku dan AS akan percaya sepenuhnya. 

Sementara, China juga mengklaim kepulauan Senkaku yang disebut China dengan nama kepulaun Diaoyu, sebagai wilayahnya.

Jepang telah lama memprotes kehadiran kapal penjaga pantai China yang berulang kali muncul di perairan itu. Schneider juga mencatat penyusupan seperti itu telah meningkat baru-baru ini.

Heboh Fetish Kain Jarik, Inilah 15 Kelainan Seksual yang Ada, Satu Diantaranya Fetish Sama Nyamuk

Artis VS Bantah Lakukan Prostitusi, Blak-blakan Kondisi saat Dalam Kamar Hotel

Skenario Tangkap Djoko Tjandra di Malaysia Dirancang 20 Juli Lalu, Cuma 4 Orang Tahu Termasuk Jokowi

Puluhan Pegawai Kantor Gubernur Jabar Positif Terinfeksi Covid-19, Gedung Sate Ditutup Dua Pekan

Dia menyebut China "Tantangan nomor 1" dalam keamanan regional, meskipun Korea Utara lebih menjadi "ancaman langsung," mengingat pengembangan senjata yang ada di sana.

Schneider mengatakan AS menawarkan pengawasan informasi dan dukungan lainnya, sejenis "kemampuan pengintaian", yang mengacu pada pemantauan keberadaan musuh potensial.

Alat pengintai tersebut ditawarkan untuk membantu Jepang "menilai situasi dan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam air dan di sekitar Senkaku."

China tidak peduli dengan anggapan Jepang.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Wang Wenbin, menegaskan kembali klaim China atas kepulauan itu, yang mengatakan bahwa tindakan China adalah "hak yang melekat pada negara itu untuk melakukan kegiatan patroli dan penegakan hukum" di daerah tersebut.

"Kami berharap bahwa pihak-pihak terkait akan melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional dan menghindari kata-kata dan perbuatan yang tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional," kata Wang kepada wartawan pada jumpa pers harian.

Terkuak Sosok Gilang Fetish Kain Jarik, Pernah Diarak Warga Karena Asusila, Dikenal Suka Incar Maru

Kunci Gitar (Chord) Lagu Maher Zain - Ya Nabi Salam Aalayka, Lengkap dengan Lirik Lagu & Video Klip

Tips Mengolah Daging Agar Cepat Empuk dan Tidqk Berbau, Perhatikan Cara Memotonga

Konflik Nduga Papua Kembaki Makan Korban, Bentrok Hampir 2 Tahun Tak Usai, Warga Sipil Jadi Korban

Sementara itu, dilaporkan CNN pada Rabu (29/7/2020), Jepang juga mendapatkan tekanan China di sektor udara dengan semakin seringnya pesawat pasukan udara China menyusup ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Jepang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved