Brigjen TNI Herman Sarens Soediro Nyaris Ditembak Revolver di Kepala oleh Soeharto

Tiba-tiba sang istri menggedor pintu dari luar karena ada telepon penting dari markas Kostrad. Kisah ini ...

Editor: Duanto AS
Kolase Istimewa
Kisah Herman Sarens Soediro yang nyaris ditembak Soeharto di bagian kepalanya. 

Dengan tegas “G30S" disebut gerakan kontra-revolusioner.

Soeharto Ternyata Pernah Ramal Nasib Indonesia 25 Tahun Lalu dan Sekarang Benar-benar Terjadi

Dengan serta-merta seluruh Rakyat merasa lega karena tahu duduk persoalan yang sesungguhnya dan tahu bahwa siaran-siaran “G30S" sebelumnya adalah palsu.

Tahapan keempat, Soeharto mulai memberikan pukulan maut kepada komplotan “G-30-S"

Yakni merebut PAU Halim. Tugas itu dipercayakan kepada RPKAD dengan bantuan Yon 328 Para “Kudjang”/Siliwangi.

Tugas konsolidasi di dalam kota diserahkan kepada Kodam V/Jaya dengan bantuan KKO/AL dan BRIMOB/AKRI.

Suasana penumpasan terduga anggota G30S oleh Angkatan Darat setelah peristiwa 30 September 1965.
Suasana penumpasan terduga anggota G30S oleh Angkatan Darat setelah peristiwa 30 September 1965. (IST)

Tahapan keempat itu baru dilaksanakan keesokan harinya pada tanggal 2 Oktober 1965, dan berhasil dengan baik dengan hanya makan seorang korban.

Dengan demikian selesailah sudah kisah petualangan “G-30-S" di ibukota.

Caranya menyelesaikan dilakukan dengan gaya khas Pak Harto: tenang tapi tegas dan pasti, tahap yang satu disusul dengan tahap yang berikutnya di dalam urut-urutan yang serasi.

Slaaap, Pipi Soeharto Ditempeleng Dedengkot Kopassus, Sirkus apa-apaan ini?

Artikel ini telah tayang di surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved