Soeharto Ternyata Pernah Ramal Nasib Indonesia 25 Tahun Lalu dan Sekarang Benar-benar Terjadi

Saat itu, Presiden Soeharto meminta para penerus bangsa agar lebih cintai Indonesia.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Instagram @soeharto_instagram_fanpage
Pak Harto 

TRIBUNJAMBI.COM - 25 Tahun silam, tepatnya pada tahun 1995, Presiden Soeharto, pernah meramalkan nasib Indonesia di tahun 2020 ini.

Saat itu, Presiden Soeharto meminta para penerus bangsa agar lebih cintai Indonesia.

Presiden Soeharto meminta agar para pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus berperan dan ikut ambil bagian dalam mencegah krisis yang terjadi di Indonesia.

Presiden Soeharto pun meminta para pemuda untuk mencintai produk-produk buatan anak negeri agar bisa bersaing di era globalisasi.

Menyimpan Hand Sanitizer Didalam Mobil Bisa Berbahaya, Benarkah? Begini Penjelasannya, Ternyata

VIDEO Detik-detik Risma Marah karena 2 Mobil PCR Dialihkan ke Daerah Lain: Jangan Begitu Pak Caranya

Ternyata ramalan Presiden Soeharto 25 tahun silam itu, tepatnya 3 tahun sebelum dirinya lengser itu, kini menyata.

Ramalan Presiden Soeharto itu terkuak melalui video dalam sebuah pidato kenegaraan.

Pidato itu berisikan ajakan mencintai produk dalam negeri.

"Anak-anak pelajar sekarang harus disiapken benar-benar untuk mencintai tanah air, untuk mencintai produk dalam negeri," ucap Soeharto dalam video itu.

"Maka para remaja yang sekarang nanti akan hidup di tahun 2020, akan menjadi benteng untuk mempertahankan kelangsungan hidup negara dan bangsa," lanjut Presiden Soeharto.

Alasannya, agar para pemuda Indonesia, tidak mudah kesengsem pada produk luar negeri yang harganya murah.

"Sebab kalau daripada para pemuda nanti kesengsem kepada produk yang murah, tapi hasil dari luar negeri, hancur daripada bangsanya," ujar Soeharto.

Hal itu kemudian menyebabkan produk dalam negeri tidak ada pembeli.

Selain video itu, Tutut Soeharto juga menuliskan caption untuk video tersebut.

"Bapak sejak tahun 1995 sudah mengingatkan akan situasi globalisasi dimana banyak serbuan produk asing.

Salah satu bentengnya adalah cinta produk dalam negeri, agar produsen dalam negeri tidak mati.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved