Idul Adha 2020
Sejarah Hari Raya Idul Adha, Kenapa Disebut Lebaran Haji? Mengapa Identik dengan Hewan Kurban?
Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban (bagi yang mampu). Hewan yang disembelih bisa seperti, domba, sapi, kerbau atau bahkan
TRIBUNJAMBI.COM - Jumat 31 Juli 2020 pekan depan, umat Islam seluruh dunia merayakan Idul Adha.
Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban (bagi yang mampu).
Hewan yang disembelih bisa seperti, domba, sapi, kerbau atau bahkan unta.
Hari Raya Idul Adha oleh banyak orang disebut juga dengan hari raya kurban dan lebaran haji.
Mengapa Hari Raya Idul Adha disebut juga dengan lebaran haji?
• Terlalu Banyak Makan Daging dapat Sebabkan Sakit Kepala, Ketahui Penyebab Lainnya
• Kenapa Daging Kambing Prengus? Bagaimana Menghilangkan Baunya?
Disebut sebagai lebaran karena tepat pada bulan Dzulhijjah umat Islam di seluruh dunia sedang menjalankan rukun Islam ke lima yaitu ibadah haji yang berada di Masjidil Haram.
Pada 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan Idul Adha, umat Islam yang menunaikan ibadah haji sedang melakukan rukun haji terakhirnya dengan penyembelihan hewan kurban.
Peristiwa kurban berkaitan dengan ibadah haji.
Pada buku Di Balik 7 Hari Besar Islam (2012) karya Muhammad Sholikhin, Hari Raya Haji merupakan berkumpulnya umat Islam dunia, yang seharusnya menjadi ajang muktamar atau konferensi terbesar umat Islam sedunia untuk membahas persoalan-persoalan umat Islam.
Di mana itu ditandai dengan hari wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijah.
Wukuf merupakan satu di antara ritual dalam menunaikan ibadah haji yang mengajarkan untuk meninggalkan aktivitas sejenak (berdiam diri) di Arafah ketika mulai waktu tergelincir sampai terbenam matahari.
• Sinopsis Film 47 Ronin yang Dibintangi Keanu Reeves, Pembalasan Kelompok Ronin Atas Kematian Tuannya
Padang Arafah adalah tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah dipisahkan di dunia, dan merupakan tempat yang sakral bagi umat Islam
Tempat tersebut juga menjadi tempat nabi Adam bertaubat, dan memperoleh petunjuk sebagai bekal menjalani kehidupan di bumi.
Bagi yang tidak berhaji disunahkan berpuasa pada 8-9 Dzulhijah. Itu sebagai simbol solidaritas dan pengorbanan untuk sesama manusia.
Dengan memakai pakaian ihram warna putih, para jamaah haji melaksanakan ibadah haji.
Bulan Dzulhijah disebut juga dengan bulan besar, al syahr al akbar yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/30072020-haji.jpg)