Virus Corona di Jakarta

Klaster Perkantoran Covid-19 di Jakarta Bikin Waswas, Siapa Saja yang Termasuk di Dalamnya

“Tiap ke kantor rasanya waswas, tapi ya gimana? Kewajiban dan kebutuhan mencari uang, ya jadi harus ke kantor,” kata seorang pegawai negeri di..."

Editor: Duanto AS
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Sejumlah pekerja perkantoran di Jakarta menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan kantor,, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Siapa saja yang masuk klaster perkantoran Covid-19 di Jakarta? Sedang ramai dibicarakan.

Penyebaran virus Covid-19 di perkantoran membuat sejumlah karyawan merasa waswas saat bekerja.

Mereka berharap bisa kembali bekerja dari rumah di saat perkantoran menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19.

“Tiap ke kantor rasanya waswas, tapi ya gimana? Kewajiban dan kebutuhan mencari uang, ya jadi harus ke kantor,” kata seorang pegawai negeri di instansi pemerintahan, Gita (33), saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/7/2020) pagi.

Ia merasa khawatir saat pergi ke kantor dan pulang dari kantornya.

Diduga Ikut Jaringan Prostitusi, Vernita Syabilla Mengaku kepada Manajer Pergi ke Lampung untuk Foto

Ibunda Yodi Prabowo Yakin sang Editor Metro TV Dirancang Bunuh Diri: Nggak Terang-terangan!

Gita merasa takut saat berangkat ke kantor lantaran harus naik kendaraan umum.

“Mau bagaimana ya. Menjaga sebisa mungkin ya agar tak tertular. Masalah terbesar saya itu berkerumun dengan orang,” ujarnya.
Gita merasa sedikit beruntung lantaran kantornya memberlakukan sistem sif kerja meskipun di kantornya ada kasus positif Covid-19.

Ia mengatakan, di ruangannya tak banyak diisi pegawai.

“Saya tahu mau me-WFH-kan full secara ekonomi itu bermasalah ya. Harapan saya pada kantor saat otomatis minta kerja masuk ke kantor, perhatikan kesehatan karyawan seperti tes swab berkala setiap dua minggu sekali, karantina, vitamin juga perlu,” kata Gita.
Fawzia (28), seorang karyawan swasta di kawasan Kuningan Jakarta, mengatakan, dirinya juga waswas saat bekerja di kantornya.

Di kantornya, sudah ada seorang karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kerja di tengah Covid-19 dengan jumlah kasus yang terus bertambah bikin jadi tambah waswas,” kata Fawzia saat dihubungi pada Rabu (29/7/2020) malam.

Baginya, Covid-19 adalah penyakit yang menular dengan tak terlihat.

Jelang Idul Adha 1441 H, Pertamina Tambah Pasokan LPG Lebih dari 10 Persen

Fawzia tak bisa mengetahui karyawan di kantornya yang positif acovid-19.

“Karena Covid-19 ini enggak terlihat, jujur saya enggak tahu di lingkungan kantor mana yang kena, mana yang jujur dia di rumah aja enggak ke mana-mana,” tambah Fawzia.

Ia berharap pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terkait penyebaran Covid-19 di klaster perkantoran.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved