Ibunda Yodi Prabowo Yakin sang Editor Metro TV 'Dirancang' Bunuh Diri: Nggak Terang-terangan!

Meskipun begitu, Turinah menilai sang pelaku dapat saja merekayasa tempat kejadian perkara (TKP) sehingga tampak seperti bunuh diri.

Editor: Tommy Kurniawan
Channel YouTube Kompas TV
Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV pada Sabtu (25/7/2020) Yodi Prabowo diduga kuat meninggal karena bunuh diri. Satu di antaranya rekaman CCTV menunjukkan Yodi membeli pisau yang ditemukan di TKP. 

"Nanti dia cepat ketangkep kalau begitu," komentarnya.

Turinah bahkan menduga ada skenario yang dirancang pelaku untuk merekayasa kematian Yodi.

"Kalau saya pikir itu ada skenario hebat di dalamnya, jadi dirancang seakan-akan anak saya bunuh diri," kata sang ibu.

"Kalau saya berkeyakinan begitu. 'Kan bisa aja," tambahnya.

Sementara itu polisi menyimpulkan Yodi Prabowo bunuh diri berdasarkan analisis terhadap luka-luka tusuk di bagian dada.

Hal itu disampaikan dokter forensik dr Arif Wahyono dalam rilis saat konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (25/7/2020) lalu.

"Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain selain luka tusuk di dada atau luka kekerasan tajam di dada sebanyak empat kali," kata dr Arif Wahyono.

Menurut dr Arif, dua luka tusuk yang dibuat adalah luka dangkal.

Pada luka ketiga baru mulai agak dalam dan akhirnya luka keempat merobek organ dalam.

"Luka tersebut sampai menembus atau memotong bagian bawah paru-paru," ungkapnya.

Luka semacam itu disebut wajar dilakukan korban bunuh diri sebagai percobaan sebelum mengakhiri hidupnya.

Lihat videonya mulai menit 10:30

Analisis Psikolog Forensik

Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV pada Selasa (28/7/2020), Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mulanya menyoroti temuan polisi bahwa Yodi positif mengonsumsi amphetamine.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved