Breaking News:

Demo di Kantor PLN

Setelah Dua Jam, Ini Hasil Mediasi Antara Warga dengan Pihak PLN Batanghari

Kantor PLN Batanghari didatangi massa dari Sungai Bahar.Masyarakat Bahar meminta PLN agar bertanggung jawab atas listrik yang sering mati.

Tribunjambi/fadly
Suasana demo di depan kantor PLN Muara Bulian. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kantor PLN Batanghari didatangi massa dari Sungai Bahar.

Masyarakat Bahar meminta PLN agar bertanggung jawab atas listrik yang sering mati di tempat mereka tinggal.

Setelah melakukan orasi, 5 perwakilan dari masyarakat Bahar diperbolehkan masuk ke dalam kantor PLN.

Setelah hampir 2 jam pihak PLN dan perwakilan masyarakat mediasi, akhirnya petemuan tersebut selesai.

Jadi Kader PDIP, Ratu : Saya Sudah Sampaikan Sewaktu Ambil Formulir PAN

BREAKING NEWS, Lonjakan Besar Kasus Positif Covid-19 di Jambi, Tambah 15 Kasus Baru, Total 154 Orang

"Hasil dari pertemuan di dalam pihak PLN mengatakan matinya listrik dikarenakan memang adanya perbaikan jaringan di beberapa titik, dan perbaikan itu memakan waktu lama," jelas Amin, satu di antara warga yang ikut mediasi.

Beberapa tuntutan sudah di terima. "Tetapi semuanya tidak diterima, contohnya tuntuntan terkait undang undang konsumen, berkaitan perbaikan jaringan, sebenarnya ada permasalahan ganti rugi, tetapi itu ada syarat tertentu, sehingga warga harus datang ke Jambi," jelasnya.

Kemudian, Amin mengatakan jika perbaikan jaringan ini telah selesai, maka pihak PLN berjanji pemadaman listril tidak akan terjadi lagi di Sungai Bahar.

"Diperkirakan bulan Agustus mendatang, perbaiakn jaringan ini selesai," jelasnya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Muaro Bulian Agustina Pratiwi mengatakan sesuai kesepakatan dalam pertemuan tersebut di dapatkan hasil bahwa para kades, BPD dan Camat di sungai Bahar sepakat untuk mengawal penebangan pohon di bawah jaringan PLN.

"Tanpa adanya ganti rugi dari PLN kepada masyarakat, dan akan dimulai di Bulan Agustus, sehingga tidak ada lagi loncatan hewan ke jaringan PLN," jelasnya.

Kemudian kesepakatan ke dua yakni, kesepakatan yang di ambil oleh Forum Mahasiswa untuk mengusulkan kepada pemkab Muara Jambi.

"Bantuan tersebut berupa fasilitas kendaraan, yang kedua pembangunan Gardu Induk di Sungai Bahar," tutupnya.
 

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved