Kronologi Kejadian Pasien Positif Virus Corona Covid-19 Malah Disuruh Pulang oleh Pihak Puskesmas
Anggota Pansus Renville Pandapotan Napitupulu mempertanyakan bagaimana prosedur yang dilakukan pihak rumah sakit dan puskesma
TRIBUNJAMBI.COM - Dalam Rapat Pansus Covid-19 DPRD Medan dengan sejumlah manajemen rumah sakit, Kepala Puskesmas Medan Johor, Dr Marlina juga turut hadir menjelaskan kasus pasien positif covid-19 disuruh pulang ke rumah.
Sebelumnya, Anggota Pansus Renville Pandapotan Napitupulu mempertanyakan bagaimana prosedur yang dilakukan pihak rumah sakit dan puskesmas sehingga kejadian tersebut dapat terjadi.
"Mereka 20 orang diwajibkan tes swab kemudian dilakukan di Rumah Sakit USU, ada 5 orang yang positif tapi pada hari itu mereka disuruh pulang ke rumah.
• Spoiler One Piece Chapter 986, Perang Besar Bakal Segera Dimulai? Ada Kisah Flash Back?
• Kenaikan Emas Akibat Covid-19 Juga Beri Manfaat ke Masyarakat
Sementara saya koordinasi dengan Pak Kadis, memang seharusnya dikirim ke rumah sakit Pirngadi untuk tindakan lanjutan, kemudian menentukan apakah dia diisolasi rumah atau isolasi khusus di rumah sakit.
Sementara pihak dari Puskesmas menanyakan rumahnya bagaimana, kamarnya berapa, siapa aja yang tinggal di rumah, masa hanya seperti itu saja untuk menentukan orang diisolasi di rumah atau rumah sakit," kata Renville, Rabu (29/7/2020).
Menjawab hal tersebut, Marlina menjelaskan kronologi penanganan pasien tersebut.
Ia mengatakan pihak Puskesmas, biasanya menerima data dari provinsi atau dinas Kesehatan Kota Medan untuk mengambil tindakan.
"Baru kami tahu data si A ini positif kemudian di situ kami skrining dia melalui telepon, karena mohon maaf terkadang kami datang pun tidak diterima karena kalau kami datang ke rumahnya, otomatis menggunakan APD lengkap. Kami telepon untuk membuat skrining tahap awal, seperti diizinkan kah kami datang," katanya.
Ia mengaku sudah menanyakan beberapa hal dengan pasien untuk menentukan apakah ia menjalani isolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit.
"Kami tahu kasus yang PU itu, kami menangani beberapa, jadi saat itu saya telepon, Pak kami bisa nggak datang ke rumah, beliau bilang kalau bisa jangan datang. Diskrining itu pun kami menanyakan di dalam rumah itu berapa orang, kemudian gimana kondisinya, kalau memang sudah positif kami datangi dan ukur temperaturnya kalau memang hanya tampak gejala, dia bisa melakukan isolasi mandiri di rumah yang memadai, apabila tidak sesuai itulah makanya perlu kami tanya begitu," katanya
Selanjutnya, kata Marlina, pasien pun proaktif dan meminta agar segera ditangani, namun ia menolak untuk dirujuk ke RS kota.
• Pemkot Jambi Tetap Gelar Salat Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19
"Kalau mereka mengizinkan kami pasti segera datang. Kondisi kami di lapangan sangat riskan. Bapak itu memang proaktif, dia langsung bilang saya langsung ke rumah sakit GL Tobing Karena dia nggak mau rumah sakit di kota, saya bilang pak tunggu dulu, jangan pergi dulu, karena Bapak harus membawa data rontgen foto dan lainnya," katanya.
Namun pasien tersebut memilih pergi dan hasilnya pihak rumah sakit menolak.
Meski demikian kata dia, saat ini pasien tersebut sudah diterima di salah satu rumah sakit di Medan.
"Alhamdulillah, ada rumah sakit di Medan yang menerima beliau kemudian yang satu lagi juga proaktif," katanya.
(cr21/tribun-medan.com)
SUMBER: Tribun Medan
• Proyek 7 Sumur Bor Pemkot Jambi Jadi Sorotan Dewan, Satu Sumur Anggaran Rp 150 Juta