Breaking News:

Berita Tanjab Timur

BPBD Tanjabtim Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Tanjabtim Jakfar, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Indra Gunawan.

tibunjambi/hasbi sabirin
Ilustrasi karhutla 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjabtim saat ini meningkatkan status siaga darurat karhutla sesuai dengan SK Bupati No 42 tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Tanjabtim Jakfar, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Indra Gunawan.

Ia menuturkan, berdasarkan SK tersebut otomatis pihaknya langsung mendirikan posko darurat di beberapa titik.

Memutihkan Gigi dengan Bubuk Kunyit, Aman Tanpa Resiko Merusak Gigi

Pantas Australia Berani Jumawa Lawan China, Ternyata Negara Kangguru Tahu Kelemahan dari Tiongkok

Jual Beli Hewan Kurban di Tanjabtim Saat Masa Pandemi Turun Drastis

"Ada Tiga posko yang kita dirikan di beberapa titik, yakni posko induk di BPBD, dan Empat posko lapangan posko berbak, mendahara, dendang dan Sadu," ujarnya, Rabu (29/7/2020).

Lanjutnya, dalam pelaksanaannya pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait, TNI-Polri dan Manggala Agni. Dimana setiap poskonya terdiri dari beberapa personil.

Lebih lanjut, selain itu guna mengantisipasi kebakaran meluas di kawasan yang terbilang di luar jangkauan dan sekitaran perusahaan terutama yang terdapat posko. Maka perusahan yang ada di wilayah posko karhutla wajib membantu pemadaman meskipun bukan wilayah mereka.

"Untuk perusahaan perusahaan ini kita bagi menjadi Empat klaster, yakni klaster Dendang, Mendahara, Berbak dan Sadu," bebernya.

Untuk mendukung operasional petugas di lapangan, pihaknya menerima bantuan tenda darurat dari pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi.

Terkait koordinasi dengan pihak badan restorasi gambut BRG, terutama terkait sumur bor yang mereka buat untuk penanganan karhutla hingga saat ini masih belum menemukan kejelasan.

"Sampai saat ini kita belum mengetahui pasti dimana saja sumur sumur yang mereka buat tersebut, kita sudah beberapa kali melayangkan surat ke mereka namun belum mendapat tanggapan," ujarnya.

Lanjutnya, dari beberapa daerah rawan karhutla yang menurut BRG terdapat beberapa sumur bor miliknya yang dapat digunakan sebagai cadangan air saat pemadaman. Hingga saat ini baru Dua titik yang diketemukan yaitu di Kecamatan Dendang.

"Sementara untuk titik lainnya hingga saat ini kita tidak tahu dimana lokasinya, jika itu benar ada tentu sangat membantu petugas," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved