Breaking News:

Karyawan PetroChina Postif Corona

Pandemi Covid-19, Pengurusan Paspor di Jambi Menurun Drastis

Pandemi Covid-19 di Provinsi Jambi turut berpengaruh besar pada jumlah masyarakat yang ingin membuat paspor di Imigrasi.

istimewa
Kantor Imigrasi Jambi telah membuka layanan pembuatan paspor baru. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi Covid-19 di Provinsi Jambi turut berpengaruh besar pada jumlah masyarakat yang ingin membuat paspor di Imigrasi TPI I Jambi. Hal tersebut disebabkan karena beberapa negara masih menerapkan lockdown.

Kepala Imigrasi TPI I Jambi Heru Santoso mengatakan, bahwa sejak kembali dibukanya pelayanan di kantor imigrasi pada 15 Juni lalu, hingga Selasa (28/7) masyarakat yang membuat paspor hanya mencapai 247 orang.

"Ini menurun dari sebelumnya, karena masyarakat belum sangat membutuhkan, haji juga masih ditunda," katanya Selasa (28/7).

Lanjutnya, 247 orang yang membuat paspor tersebut berada di dua tempat, yakni Kantor Imigrasi TPI I Jambi sebanyak 156 orang dan UKK Imigrasi di Kabupaten Bungo sebanyak 91 orang.

Perdana Kopi Kerinci Diekspor Melalui Pelabuhan Talang Duku Jambi

3 Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pemerkosaan Juru Parkir di Jambi, Warga Ceritakan Kabar Memilukan

Heru menyebutkan bahwa masyarakat yang saat ini membuat paspor hanya bertujuan untuk berjaga-jaga dan melakukan perpanjangan saja.

"Rata-rata mereka sebagian anak sekolah, yang sedang melaksanakan libur dan tak bisa kembali karena di negara tujuan masih lockdown," tambahnya.

Sementara itu, untuk saat ini juga terdapat warga negara asing yang melakukan perpanjangan paspor sebanyak 10 orang. "Ada warga negara India dan warga negara China serta Paskistan yang memang bekerja di Jambi," sebutnya.

Sebelumnya juga untuk pelayanan di kantor Imigrasi TPI I Jambi ditutup sementara karena tengah maraknya wabah Covid-19 di Provinsi Jambi. Namun pihaknya juga tetap melayani bagi masyarakat yang sangat membutuhkan seperti orang yang membuat paspor untuk keperluan berobat.

Meski untuk saat ini pelayanan di Imigrasi kembali dibuka, namun untuk pembatasan pelayanan tetap dilakukan. Hal tersebut untuk mengurangi terjadinya penularan Covid-19.

"Sekarang hanya melayani 45 orang dalam sehari, biasanya kita mencapai 100 orang bahkan bisa sampai 150 orang," tandasnya.

Heru menyebutkan, protokol kesehatan Covid-19 harus tetap dilakukan seperti menggunakan masker dan pengukuran suhu tubuh dan jaga jarak.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved