Breaking News:

Human Interest Story

Perdana Kopi Kerinci Diekspor Melalui Pelabuhan Talang Duku Jambi

Pertama kalinya Provinsi Jambi akhirnya mengekspor kopi Kerinci melalui pelabuhan Talang Duku Jambi, pada selasa (28/7/2020).

Tribunjambi/Zulkifli
Pertama kalinya Provinsi Jambi akhirnya mengekspor kopi kerinci melalui Pelabuhan Talang Duku Jambi, pada selasa (28/7/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bertahun-tahun diekspor melalui pelabuhan daerah lain. Pertama kalinya Provinsi Jambi akhirnya mengekspor kopi Kerinci melalui Pelabuhan Talang Duku Jambi, pada selasa (28/7/2020).

Yang mana sebelumnya ekspor komoditi kopi Kerinci dilakukan melalui pelabuhan daerah tetangga seperti Pelabuhan Belawan Sumatera Utara, Teluk Bayur Sumatera Barat, maupun di Pelabuhan Panjang Provinsi Lampung.

Kopi varian Arabika Kerinci yang diekspor ke Negara Belgia hari ini berjunlah 15 Ton. Pelepasan ekspor perdana kopi melalui Pelabuhan Talang Duku ini dilakukan langsung oleh Gubernur Jambi Fachrori Umar dan dihadiri pihak Balai Karantina Pertanian Kementerian Pertanian.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Guntur mengatakan, dengan mulai diekspornya kopi Kerinci melalaui Pelabuhan Talang Duku, maka ini akan menambah nilai ekonomis sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

3 Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pemerkosaan Juru Parkir di Jambi, Warga Ceritakan Kabar Memilukan

Mayat Pria Ditemukan di Tengah Ladang Telun Berasap Kerinci

Selain itu, kata Guntur masih banyak komoditi ekspor pertanian di Provinsi Jambi yang hingga kini masih diekspor melalui pelabuhan tetangga. Seperti, kayu manis, PKE (inti sawit) ini diekspor melalui pelabuhan Lampung. Kemudian, sarang burung walet rata-rata dalam setahun berjumlah 60 ton semuanya diekspor melalui pelabuhan lain. Lalu kelapa bulat juga sebagian masih diekspor melalaui pelabuhan Riau.

"Ini semua mesti bisa kita ajak untuk ekaport melalui pelabuhan Talang Duku Jambi," katanya.

Dari data Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, pada semester I tahun 2020 ini terdapat 24 jenis komoditas eksport dengan 32 negara tujuan dan nilai ekonomi sebesar Rp1,9 triliun.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo II Jambi Sanda Trisharjantho menambahkan bahwa, dengan adanya ekspor kopi di Pelabuhan Talang Duku ini diharapkan dapat menambah volume aktivitas Pelabuhan.

"Kopi inikan awalnya di luar daerah, akhirnya hari ini dapat lah eksport kopi sebanyak hampir 15 ton diekspor ke Belgia," jelas Sanda.

Untuk sarana dan fasilitas di Pelabuhan duku sendiri menurut Sanda, sudah sangat memadai dan modern. "Dari sebelum ekspor kopi ini kita sudah membuat infrastruktur khususnya di bidang aigbitmen itu sudah sangat modern. Kalau diperlukan quality control kita juga ada, artinya tidak ada kendala untuk melakukan ekspor di Pelabuhan Talang Duku," jelasnya.

Gunbernur Jambi Fachrori Umar mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ekspor kopi di Pelabuhan Talang Duku. Menurut Gubernur secara tidak langsung ini akan menjngkatkan perekonomian Provinsi Jambi khususnya petani.

"Di sisi lain, untuk menjaga tata niaga kopi agar tetap stabil, maka para pelaku industri pengolah kopi kita harus berinovasi untuk mencari para pembeli atau bayer baru di luar negeri. Supaya ketika terjadi produksi yang melimpah tidak terjadi penurunan harga," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved