Breaking News:

Berita Sarolangun

Komisi II DPRD Sarolangun Panggil Pihak PT APTP yang PHK 25 Security Tanpa Kejelasan

Pasalnya, hingga kini kejelasan terkait pesangon 25 orang karyawan yang di-PHK itu belum menemukan kesepakatan.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Ketua Komisi II DPRD Sarolangun, Fadlan Kholik 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Komisi II DPRD Sarolangun panggil pihak perusahaan PT APTP yang mem-PHK 25 securitynya.

Pasalnya, hingga kini kejelasan terkait pesangon 25 orang karyawan yang di-PHK itu belum menemukan kesepakatan.

Yang mana, perusahaan menjatuhkan PHK kepada puluhan karyawan itu dengan alasan efisiensi.

Download Lagu MP3 Kumpulan Lagu Mandarin Terpopuler, Hao Xiang Hao Xiang s/d Ost Meteor Garden

Daftar Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi untuk Meningkatkan Sistem Daya Tahan Tubuh

Lowingan Kerja PT Chevron Lengkap Persyaratan, Kalau Diterima Gaji Rp 15 Jutaan

"Kita meminta penjelasan kenapa mereka di-PHK dan kompensasi tidak sesuai dengan aturan," kata Ketua Komisi II DPRD Sarolangun, Fadlan Kholik, Selasa (28/7/2020).

Menurut Fadlan, dalam pembahasan bersama perusahaan, menajemen mereka mengalami kerugian hingga mereka menghitung pesangon karyawan dengan cara kompensasi, bukan dengan efisiensi.

Meski begitu, ia berharap pihak perusahaan bisa menyelesaikan hal tersebut sesuai dengan alasan yang dilayangkan dan menurut undang-undang.

Pemecatan mereka berdasarkan rapst bersama dengan Disnakertrans karena alasan efisiensi dari perusahaan. Jika dilihat berdasarkan efisiensi tersebut dan melihat UU No 13 Tahun 2003, Pasal 164 ayat 3 menjelaskan perusahaan harus membayar dua kali ketentuan.

Namun, lanjut ketua komisi II, ternyata pihak perusahaan sudah meneruskan hal ini ke pengadilan hubungan industri (PHI) Jambi.

Katanya, dalam proses persidangan nantinya, pihak pengadilan akan mediasi kembali proses ini sebelum lanjut ke proses sidang.

"Sidang pertama akan dilakukan mediasi kembali. Tadi kita sampaikan jika di mediasi pertama diharapkan adanya pengertian dari perusahaan. Anggaplah mereka ini rugi dua tahun terakhir, tetapi 7 tahun terakhirkan masih untung. Nah harapan kito nanti perusahaan menyampaikan ke pusat untuk mediasi di pengadilan dan selesai di mediasi," harapnya.

Sementara itu, Abdul Rahman, Askep perusahaan menyampaikan untuk 25 orang yang di-PHK itu sudah diteruskan ke PHI.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved