Breaking News:

Persiapan Antisipasi Karhutla Jambi

Jambi Rawan Kebakaran, Masyarakat dan Perusahaan Harus Ikut Cegah Karhutla

Perusahaan mau pun masyarakat, serta semua pihak terkait, semestinya saling membantu untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Beberapa instansi terkait dan DLH Tanjabtim melakukan pengecekan sarpras karhutla, di 21 Perusahaan perkebunan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Direktur Eksekutif Walhi Jambi,Rudiansyah memandang, kesiapan perusahaan harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah, karena sebagaimana diketahui, pemerintah sudah melakukan apel siaga karhutla dengan pemegang izin.

Perusahaan mau pun masyarakat, serta semua pihak terkait, semestinya saling membantu untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

"Kita berharap hasil apel siaga ini menjadi perhatian serius perusahaan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pemegang konsesi untuk selalu bertanggung jawab terhadap konsesi mereka dan sekitar konsesi mereka, agar tidak terjadi karhutla," katanya.

145 Titik Api Terpantau, Wilayah Gambut di Jambi Rawan Karhutla

Dewan Soroti LKPD Pemkab Bungo Tahun 2019, Bupati Bungo Ucapkan Terima Kasih

Dia menekankan, pemerintah harus memastikan semua sarana dan prasarana tersedia, serta cepat tanggap terhadap perusahaan apabila terjadi karhutla di area konsesi dan di sekitar area konsesi. Sebab, kalau ini tidak dijalankan, pemegang izin wajib bertanggung jawab, baik terkena sanksi administrasi, perdata, hingga pidana yang dilakukan oleh pemerintah.

Otoritas harus tegas melakukan penegakan hukum, tanpa ada toleransi.

"Kenapa kita perlu tegaskan ini dan kepastian pemerintah untuk melakukan monev (monitoring dan evaluasi, red) dan audit kepatutan terhadap perusahaan dalam kesiapan dan tanggung jawab terkait karhutla? Agar kasus kejadian karhutla yang sebelumnya tidak terulang-ulang lagi di lokasi yang sama atau justru terjadi di lokasi yang baru," tegasnya.

Di sisi lain, KKI Warsi juga ikut melakukan antisipasi karhutla dengan memfasilitasi kelompok Masyarakat Peduli Api, khususnya di beberapa desa wilayah gambut. Mereka, kata Rudi Syaf, telah dilatih untuk pemadaman dan patroli.

"Kemudian kami memfasilitasi kegiatan pertanian tanpa bakar, dan pengelolaan Hutan Lindung dengan skema Hutan Desa. Ini terbukti cukup berhasil di 2019, karena bisa dibilang tidak terjadi karhutla di desa dampingan Warsi," terangnya.

Ada beberapa desa yang menjadi dampingan KKI Warsi di wilayah gambut. Di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, ada kawasan gambut Sungai Beras, Sinar Wajo, Pematang Rahim, dan Pandan Lagan. Selain itu, di Tanjung Jabung Barat, ada di Desa Pangkal Babu, Bram Hitam. Selain itu, juga ada daerah dampingan di kawasan hutan mineral.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved