Empat Tahun Pria Ini Harus Lompat Pagar Untuk Masuk Rumah Sendiri, Tetangga Tersinggung Kotoran Ayam

Wisnu harus merasa kesulitan disebabkan akses keluar dari pekarangan rumahnya dipadari tetangganya sendiri

Editor: Nani Rachmaini
Kmp
Rumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun Mistun masih engan membongkar tembok.(KOMPAS.COM/MITA) 

TRIBUNJAMBI.COM

Kita diajarkan etika bertetangga dengan cara bersikap baik dan saling tolong menolong.

Nyatanya tak begitu yang dialami pria ini. Seperti yang dialami Wisnu Widodo, warga Ponorogo Jawa Timur

Yang harus sampai ke meja hijau karena bermasalah dengan tetangganya

Karenanya hanya soal kotoran ayam (tahi ayam), membuat Wisnu harus merasa kesulitan disebabkan akses keluar dari pekarangan rumahnya dipadari tetangganya sendiri

Tepat di depan rumahnya di Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ini didirikan tembok setinggi satu meter.

Karena ada tembok inilah untuk bisa ke luar rumah, Wisnu harus melompat tembok itu.

Jessica Iskandar Curhat ke Maia Estianty, Richard Kyle Terkesan Menggantung

Yang membangun tembok adalah tetangganya M

Masalahnya M ini marah karena hampir setiap hari harus menginjak tai ayam dari peliharaan Wisnu

Sedihnya pagar tembok itu sudah dibangun selama 4 tahun

Artinya untuk keluar dari pekarangan rumah, Wisnu harus memanjat pagar tembok tersebut

Kejadian itu berawal dari kemarahan M, tetangga yang membuat tembok di depan rumah WIsnu.

Rumah Wisnu Widodo, warga Ponorogo yang ditembok tetangganya karena pelihara ayam.
Rumah Wisnu Widodo, warga Ponorogo yang ditembok tetangganya karena pelihara ayam. (kompas.com/mita)

Ceritanya pada tahun 2016 Wisnu memelihara ayam di rumahnya.

Lalu setiap kali melewati depan rumah Wisnu, M mengaku risih karena menginjak kotoran ayam.

“M sama suaminya lewat kadang kadang mlecoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya ya dipagar itu,” kata Suroso, Kepala Desa Gandukepuh.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved