Breaking News:

Berita Muarojambi

Berdampak Buruk Bagi Petani, Warga Desa Kunangan Menolak Rencana Pembangunan Stockpile

Seperti yang disampaikan oleh Uun Suheli juga sebagai Ketua Kelompok Tani (Bina Tani). Ia mengatakan, lahan sawah milik petaninya kurang lebih 70 hekt

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Hasbi
Warga Desa Kunangan Muarojambi menolak pembangunan stockpile di kawasan desanya. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUAROJAMBI - Masyarakat Desa Kunangan, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muarojambi yang dominan pencaharian atau berprofesi sebagai petani sawah, menolak terhadap rencana pembangunan stockpile batu bara di areal tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Uun Suheli juga sebagai Ketua Kelompok Tani (Bina Tani). Ia mengatakan, lahan sawah milik petaninya kurang lebih 70 hektare yang masih produksi ditanami padi sekitar 50 ton pertahun.

Namun sejak beberapa tahun yang lalu seluas 4 hektar sawah di Desa Talang Duku yang berbatas dengan lahan persawahan di Desa Kunangan di beli oleh salah satu perusahaan batu bara dijadikan penimbunan stockpile.

SESAAT LAGI! Nonton Live Streaming MotoGP Andalusia 2020, Ada 10 Fakta Menarik Dibelakang Layar

Pria Kebumen Bacok Selingkuhan Istrinya Berkali-kali, Temannya Sendiri

Panduan Memyembelih Hewan Kurban di Masa Pandemi, dan Salat Idul Adha 1441 Hijriah

"Hal ini tentu membuat petani kita menjadi resah, pasalnya perusahaan tersebut akan membangun stockpile batu bara di atas lahan sawah seluas 4 hektar tersebut," katanya pada tribunjambi.com Minggu (26/7/2020).

Terkait permasalahan ini mereka juga sudah melakukan musyawarah bersama seluruh petani yang didukung oleh pemerintah Desa Kunangan mereka menolak rencana pembangunan stockpile batu bara di areal persawahan milik warga Desa Kunangan.

"Karena pembangunan sockpile akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup petani, jika pembangun stockpile ini terus dilanjutkan dapat dipastikan hilangnya irigasi sumber pengairan bagi sawah mereka, terlebih stockpile juga bisa menimbulkan polusi udara yang berdampak terhadap petani, tanah, air dan tanaman,"terang Uun Suheli.

Menurutnya pembangunan stockpile akan menghentikan kegiatan bersawahan karena sawah akan kering irigasi akibat tertimbun oleh stockpile, dan tentu akan menjadi peluang besar bagi pengusaha untuk membeli lahan dengan harga murah, lahan sawah milik petani untuk penguasaan lahan untuk kepentingan industry stockpile batu bara.

Sebagian besar sawah ataupun lahan kebun yang ada di Desa Kunangan dan sekitarnya telah beralih kepemilikan kepada pengusaha, banyak warga yang telah menjual tanah mereka.

“Jangan sampai kita juga bernasib sama dengan desa-desa sekitar, yang lahan mereka sudah beralih fungsi menjadi kebun sawit, sebelumnya luas sawah di Desa Kunangan mencapai 120 Hektar, akan tetapi 350 Hektar sawah telah di beli (berpindah tangan) ke pengusaha kemudian beralihfungsi,Hilangnya sawah Desa Talang Duku menjadi contoh terdekat seharusnya menjadi pembelajaran kita bersama.” jelas Uun Suheli.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved