Berita Nasional

Fakta Mengejutkan Kematian Editor Metro TV Disampaikan Pihak Kepolisian, Sebut Makhluk Halus & HIV

Fakta Mengejutkan Kematian Editor Metro TV Disampaikan Pihak Kepolisian, Sebut Makhluk Halus & HIV

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase Tribun Bogor/istimewa
Editor MetroTV, Yodi Prabowo ditemukan tewas dipinggir Tol, Jumat (10/7/2020) 

Menurut Tubagus, pintu masuk atau penyebab Yodi Prabowo bunuh diri, berdasar keterangan ahli adalah karena depresi.

"Penyebab depresinya apa yang dapat menyebabkan bunuh diri, setiap orang berbeda-beda. Ini menurut ahli," kata Tubagus.

Dari temuan polisi kata Tubagus ada beberapa latar belakang yang sangat mungkin bisa menjadi penyebab bunuh diri.

"Mulai dari hubungannya dengan kekasihnya S dan perempuan lainnya yakni L.

Juga diketahui bahwa korban sempat memeriksakan diri dan konsultasi dengan dokter di RSCM karena penyakit kelamin dan kulit," kata Tubagus.

Diketahuinya Yodi Prabowo yang memeriksakan diri karena penyakit kelamin, menurut Tubagus dari hasil penyelidikan transaksi keuangan rekening korban.

"Transaksi keuangan itu juga menunjukkan korban sempat memeriksakan diri apakah terkena HIV / AIDS atau tidak. Hasilnya negatif," kata Tubagus.

Selain itu kata Tubagus dari hasil pemeriksaan dokter forensik atas jenasah Yodi Prabowo, diketahui positif psikotropika jenis amphetamin.

"Kami duga karena dalam kondisi mengonsumsi amphetamin ini maka korban menjadi lebih berani bertindak, sampai memutuskan bunuh diri," kata Tubagus.

Seperti diketahui jenasah Editor Metro TV Yodi Prabowo ditemukan di pinggir Tol JORR di ruas Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020) lalu.

Di leher dan dadanya ditemukan luka tusukan senjata tajam.

Militer Indonesia Akan Makin Sangar, Pesawat Tanpa Awak Akan Didatangi Prabowo dari Turki?

Karir Tukang Pijat Keliling Hancur Lebur Setelah Nekat Memperkosa Pelanggannya

LCS Diprediksi Jadi Arena Perang Dunia Ketiga, Ahli Sebut AS & China Tak Akan Tembak Satu Peluru Pun

Tak jauh dari temuan jenasah korban, ditemukan sebilah pisau dapur yang diduga digunakan pelaku dalam menghabisi korban.

Dari hasil autopsi katanya tusukan di leher mengakibatkan robek pada tenggorokan dan ini penyebab matinya korban.

"Selain itu ada tusukan di dada, menembus tulang iga dan paru-paru," kata Yusri.

Menurutnya hasil autopsi juga menunjukkan bahwa korban telah meninggal dunia sekitar 2-3 hari sebelum penemuan jenazah.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved