Berita Selebritis

Wajar Dulu Gisella Anastasia Protes ke Gading Marten, Tabiat Aneh Ayah Gempi di Masa Lalu Terbongkar

Gading melanjutkan bahwa siapa saja berhak bahagia, ketika dalam menjalin rumah tangga malah membuat mood jelek setiap pulang ke rumah, hal itu malah

Editor: Tommy Kurniawan
ist
Gading Marten, Wijaya Saputra dan Gisella Anastasia 

Tak berkutik dengan jawaban yang dilontarkan Uus, Gading kemudian bersikap salah tingkah hingga menimpa serta memukul dada Uus.

Seperti yang diketahui bersama, Gading dan Gisel telah resmi bercerai sejak bulan Januari 2019 silam, namun hingga kini keduanya masih enggan menerangkan secara gamblang mengenai alasan dibalik mengapa keduanya memilih untuk mengakhiri rumah tangga mereka.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Raditya Dika di akun YouTube-nya, Gading sempat menjelaskan bahwa perceraian yang ia pilih adalah jalan terbaik bagi keduanya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum memilih untuk bercerai, pasti sudah ada beberapa pilihan untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga namun bercerai menjadi pilihan terbaik baginya dan Gisel.

Gading melanjutkan bahwa siapa saja berhak bahagia, ketika dalam menjalin rumah tangga malah membuat mood jelek setiap pulang ke rumah, hal itu malah menyiksa batin.

"Gue cuma pingin bilang yang harusnya bahagia adalah diri lu sendiri, diri lu harus bahagia, istri lu harus bahagia, oke kita pertahanin rumah tangga kita, mau pulang udah bete, percuma" begitu jelas Gading.

Ia mengaku hal itulah yang ia rasakan sebelumnya.

Sehingga lebih baik merelakan istri bahagia meskipun harus berpisah.

"Misalnya, gua bisa bahagia atau lo lihat istri lo bahagia di luar sana, gua akhirnya merelakan, makanya ada orang bilang, 'gua rela lihat lo bahagia tanpa ada gua' gitu," tambah Gading.

Lalu Radit pun bertanya bagaimana pendapat Gading ketika ada kasus suami istri yang sudah tak cocok, namun masih bertahan demi anak.

Menurut Gading, benar adanya ketika memiliki anak maka akan berusaha untuk mempertahankan rumah tangga namun hal itu akan menyiksa batin masing-masing pasangan karena ketidak cocokan yang ada.

"Memang benar, begitu punya anak akan jadi bahan pertimbangan (untuk cerai), tapi ya itu tadi, ketika mbelain anak tar lu idup penuh dengan depresi, buat apa, itu yang buat sakit," jelas Gading.

Gading kembali menjelaskan bahwa sebuah perceraian sudah melalui banyak tahap termasuk sudah menjadi bahan obrolan di kedua pelah pihak bersama keluarga hingga akhirnya tercetus bercerai adalah jalan terbaik dari pilihan yang terburuk.

(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved