Advetorial
Gubernur Jambi Serahkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial Covid-19 Tahap II di Bungo
Fachrori Umar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi mengucapkan terima kasih Panitia penyerahan bantuan sembako
TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan penyerahan bantuan sembako tahap kedua.
Bantuan ini merupakan lanjutan sebelumnya, dengan tujuan membantu meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi Covid-19. Juga diharapkan mampu meredam gejolak harga bahan pangan.
Hal ini disampaikan Gubernur Jambi di Kantor Camat Pelepat, Kabupaten Bungo, Kamis (23/7/2020).
Dikatakannya, sejak merebaknya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh tanah air bahkan dunia, beberapa bulan yang lalu dengan upaya bersama pemerintah dan masyarakat saat ini mulai memasuki era tatanan kehidupan baru/ Adaptasi Kabiasan Baru (AKB).
• Brigjen Prasetijo Utomo Ternyata Sudah Bantu Djoko Tjandra Selama 19 Hari di Indonesia
• Kolonel Ini Bisa Atur Mutasi Anggota TNI, Tidak Pernah Bertemu, Korban Percaya Serahkan Rp 252 Juta
• Setelah Aniaya Ayah Hingga Tewas, Korban Dipangku Anak Sambil Menangis, Warga Takut Mendekat
Yang dimaksudkan memulai aktivitas dengan mengikuti protokol yang dianjurkan kesehatan yaitu menggunakan masker, membiasakan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak dengan tujuan mencegah penyebaran Covid-19 menjadi lebih luas. "Terima kasih atas upaya yang dilakukan bersama dan bantuan ini diberikan bagi masyarakat akibat pandemi Covid-19," ungkap Fachrori.
Fachrori menjelaskan, pemerintah pusat meluncurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) seperti Program Keluarga Harapan, Padat Karya Tunai, Bantuan Langsung Tunai, Bantuan Sembako, Kartu Prakerja, serta subsidi listrik untuk golongan tertentu.

Pada saat yang sama, emerintah provinsi juga meluncurkan beberapa kebijakan diantaranya melakukan refocusing anggaran pada postur APBD yaitu dengan mengalihkan anggaran yang kurang penting dan belum prioritas ke dalam bagian penanganan dampak Covid-19 berupa bantuan sembako dan finansial bagi 30.000 rumah tangga yang sangat terdampak Covid-19 di seluruh kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.
"Kita berharap sembako yang diserahkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 ini mampu meredam lonjakan permintaan bahan pangan sehingga tidak terjadi kenaikan harga ditingkat konsumen," ujar Fachrori.
Fachrori menuturkan, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan. Diantaranya belajar dari rumah untuk pelajar bagi daerah yang terdampak, melaksanakan pekerjaan kantor di rumah, serta membatasi keramaian yang dari semua kebijakan tersebut sangat berpengaruh pada ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
• Sejak Jadi Anak Asuh Ruben Onsu, Diam-diam Betrand Peto Setiap Malam Selalu Nangis, Takut Hal Ini
• Bikin Israel Gigit Jari! Ini yang Bikin TNI Pecundangi Tentara Negeri Yahudi, Pantas Rating 20 Dunia
• Malangnya Nasib Jessica Iskandar Ditinggal Richard Kyle Pas Lagi Sayangnya, Mbak You Peringatkan Ini
Banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya bahkan ada yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena tempat mereka bekerja tidak beroperasi.
Kebijakan tersebut juga berdampak pada masyarakat yang bekerja disektor informal seperti pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pedagang dan tukang ojek bahkan hampir seluruh sektor perekonomian lainnya.
"Pemerintah menyadari keterbatasan kemampuan anggaran dalam pemenuhan kebutuhan keluarga yang sangat terdampak pandemi Corona ini. Saya mengimbau kepada kita semua yang berkecukupan baik pelaku usaha, badan usaha serta perseorangan agar dapat bahu-membahu memberikan bantuan guna meringankan beban masyarakat yang kurang mampu," harap Fachrori.

Kadis Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi Arif Munandar melaporkan, Jaring Pengaman Sosial Provinsi Jambi untuk Mei, Juni, dan Juli tahap awal sudah dilaksanakan. Namun, untuk Mei agak terlambat dua bulan baru tersalurkan dan untuk Provinsi Jambi ada 30.000 KPM kuota yang disampaikan kepada kabupaten/kota, hanya ada 27.731 lebih yang masuk data yang diusulkan melalui SK Bupati dan Wali Kota kepada Dinas Sosial Provinsi Jambi. Penyalurannya tercatat sebanyak 98,35 persen.
"Khusus untuk Kabupaten Bungo, penyaluran tahap pertama itu 100 persen tersalurkan dan untuk tahap kedua ini kembali sama dengan kuota yang pertama yaitu sebanyak 2.036 KPM, dan untuk jenis yang sama berupa sembako senilai Rp350.000 dan uang tunai sebesar Rp250.000, jadi total bersih Rp600.000," ujar Arif Munandar.
• Sosok Ini Sebut Lesty Kejora dan Rizki D Academy Saling Mencinta Namun Dipendam: Mereka Terpojok
• Jadwal dan Live Streaming PBSI Home Tournament Pagi Ini Pukul 08.30 WIB, Ujian Berat Bagi Putri KW
• Mau Ambil Rakit di Sungai, Pinggang Petugas Listrik Diterkam Buaya, Lakukan Perlawanan dan Selamat
• PDI-P Sulit Berkoalisi Dengan PKS dan Demokrat, Djarot: Fokus Dengan Partai Pendukung Pemerintah
Arif Munandar menjelaskan, persoalan yang dihadapi terkait data yang dapat dimaklumi bahwa dalam rangka penanganan bencana Covid-19 ini ada beberapa bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dam Pemerintah Kabupaten/Kota.
"Ini yang menjadi persoalan, sehingga sedikit ada hambatan tapi Insyaa Allah, untuk tahap kedua Kabupaten Bungo bisa empat hari selesai atau tersalurkan," kata Arif Munandar.
Penyaluran Jaring Pengaman Sosial Covid-19 tersebut juga dihadiri Bupati Bungo H.Mashuri, Wakil Bupati Bungo H.Safrudin Dwi Aprianto serta para Datuk Rio (Kades), pejabat Kabupaten Bungo dan pihak terkait dari Provinsi Jambi.