Berita Tanjab Barat
Musim Kemarau Bergeser Bulan Jadi Agustus-September, BPBD Tanjabbar Tetap Antisipasi Karhutla
Zulkipli menyebutkan bahwa meskipun musim kemarau di prediksi mengalami pergeseran, pihaknya tetap mengantisipasi sebagai pencegahan karhutla. Persiap
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjabbar, Zulkipli menyebutkan bahwa musim kemarau tahun ini bergeser.
Hal ini sesuai dengan informasi yang disampaikan dari BMKG Jambi.
Zulkipli menyebutkan bahwa meskipun musim kemarau di prediksi mengalami pergeseran, pihaknya tetap mengantisipasi sebagai pencegahan karhutla. Persiapan tim, sarana dan prasarana kini tengah dilakukan oleh pihaknya.
• Dana Parpol Provinsi Jambi Cair Agustus, Ada Satu Parpol Belum Bisa Diverifikasi
• Asus Luncurkan ROG Phone 3, HP Gaming dengan Baterai 6.000 mAh, Spesifikasi hingga Harga Jualnya
• Petugas Medis Dipukul saat Makamkan Jenazah Suspect Covid-19, 5 Orang Tersangka di Palangka Raya
"Awalnya diprediksi Juni, Juli dan Agustus ini agak bergeser menjadi Agustus-September itu puncaknya. Untuk itu kita persiapkan SDM-nya, peralatan maupun dukungan-dukungan dari perusahaan yang ada," sebutnya usai pelaksanaan rapat bersama terkait karhutla di Polres Tanjabbar, Kamis (23/7/2020).
Zulkipli sendiri menyebutkan bahwa pihaknya telah menetapkan siaga darurat untuk wilayah Kabupaten Tanjabbar. Selain itu, pihaknya juga telah mempersiapkan sejumlah personil yang akan di tempatkan di posko-posko rawan karhutla.
"Kesiapan alat sudah kita lakukan dari sebelum-sebelumnya. Tapi tetap kita evaluasi terhadap alat-alat yang ada, termasuk SDM kita," ungkapnya.
Di sisi lain, soal perusahaan kata Zulkipli dalam rapat yang dilakukan tadi juga di bahas soal kesiapan perusahaan. Perusahaan sudah diminta untuk mempersiapkan semua sarana dan prasarana untuk pencegahan karhutla.
"Kita minta untuk siapkan SDM, kemudian juga embung, menara pantau api," pungkasnya.