Indonesia Lebih Memilih Vaksin Covid-19 dari China, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia memilih vaksin Sinovac dari Perusahaan China, Sinovac. Vaksin Covid-19 itu dipilih dengan berbagai alasan.
TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia memilih vaksin Sinovac dari Perusahaan China, Sinovac.
Vaksin Covid-19 itu dipilih dengan berbagai alasan.
Direktur PT Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan alasan Indonesia memilih vaksin dari perusahaan China, Sinovac.
Menurut dia, vaksin Sinovac dipilih karena pengembangannya berlangsung cepat.
Honesti menjelaskan, semua vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan di seluruh dunia akan melalui tahapan uji praklinis, uji klinis fase 1, fase 2, dan fase 3 sebelum mendapatkan ijin edar dari regulator masing-masing negara.
• Warga Gunungkidul Ini Sering Lupa Menyimpan Uang, Jutaan Rupiah Sampai Habis Dimakan Rayap
• Kantor DPD PDI-P Provinsi Jambi Diresmikan, Megawati: Kita Akan Regenerasi Total di 2024
• Yodi Prabowo Pernah Tolak Cinta Seorang Wanita, Suci: Dia Lebih Memilih Saya
Menurut dia, saat ini rata-rata perusahaan produsen vaksin dunia baru mencapai tahap uji praklinis ataupun uji klinis fase 1.
Namun, Sinovac sudah menyelesaikan uji klinis fase 2.
"Vaksin dari Sinovac termasuk yang paling cepat pengembangannya, saat ini sudah selesai uji klinis tahap 2 dan akan berlanjut ke uji klinis tahap 3," kata Honesti kepada Kompas.com, Rabu (22/7/2020).
Di sisi lain, Honesti menegaskan bahwa Indonesia juga membutuhkan akses cepat terhadap ketersediaan vaksin.
Sebab, saat ini puluhan juta rakyat harus keluar rumah tiap hari untuk mencari nafkah dan mereka berisiko besar terpapar virus corona.
"Kita butuh akses cepat untuk ketersediaan vaksin karena ini peluang terbaik untuk kembali normal lagi," katanya.
Meski pengembangan vaksin Sinovac berjalan cepat, Honesti memastikan bahwa proses dan tahapannya sudah dilakukan dengan baik. Hasil uji praklinis vaksin Sinovac pada hewan sudah memberi hasil yang memenuhi syarat, dan telah dipublikasikan di Journal Science.
• Hasil Survei Charta Politika, Elektabilitas Prabowo Paling Tinggi Bila Digelar Pemilihan Presiden
• KPK Tahan 11 Anggota DPRD Periode 2009-2014 Penerima Suap Dari Gubernur Soal Pengesahan APBD
• Jubir Covid-19 Achmad Yurianto Diganti, Nasib dokter Reisa Bagaimana?
Kemudian, uji klinis fase 1 di China memberi hasil aman untuk aspek safety. Uji klinis fase 2 di China memberi hasil imunogenisitas atau khasiat yang baik.
"Saat ini masuk uji klinis fase 3 untuk membuktikan khasiat yang lebih luas, yang dilaksanakan di beberapa negara seperti Brasil, Bangladesh, Chile, Turki, dan Indonesia termasuk yang mendapat prioritas dalam kerja sama pengembangannya," kata dia.
Menurut dia, Bio Farma sudah menerima 2.400 sampel vaksin dari Sinovac.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/21072020_sinovac.jpg)