Kim Jong Un akan Dikudeta Adik Perempuannya? Ahli Ungkap Kejanggalan Gerakan Kim Yo Jong

Yang paling menghebohkan adalah Kim Yo Jong secara sengaja mempromosikan dirinya di politbiro Partai Buruh

Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM - Jadi negara yang sangat tertutup, Korea Utara menyimpan berbagai macam rahasia.

Bukan hanya bagi rakyatnya saja melainkan juga bagi petinggi-petinggi negaranya termasuk sang pemimpin, Kim Jong Un.

Bahkan tak khayal berita mengenai Korea Utara banyak dinanti oleh publik dunia lantaran sangat jarangnya negara komunis tersebut terekspos.

Namun kini, negara tersebut seperti sedang mencari panggungnya, beberapa kegiatan yang tak lazim seperti pertemuan dengan pemimpin Amerika Serikat (AS) dan peledakan kantor penghubung dengan Korea Selatan pun membuat negara tersebut kian ingin tunjukkan taringnya.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un bukan aktor dibalik agenda besar tersebut tepati sang adik perempuanlah yang menjadi otak kegiatan tersebut.

 Wajah Asli Cita Citata Disebut Mirip Lucinta Luna, Netizen Salah Fokus: Mukanya Kenapa Kakak?

 Fadia Arafiq, Putri Cantik Penyanyi Dangdut Arafiq Maju Jadi Calon Bupati Pekalongan

 Mencak-mencak Tak Terima Dikatai Sebagai Wanita yang Jual Diri, Hana Hanifah: Sok Suci Hidup Kalian!

 Sidang Isbat Awal Zulhijjah 1441H Selasa, 21 Juli 2020, Ini Lokasi Rukyatul Hilal Termasuk di Jambi

Oleh apa yang dilakukan Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara itulah kecurigaan semakin memuncak.

Para ahli mengungkapkan bahwa ada beberapa kejanggalan yang berpotensi membuat Kim Jong Un dikudeta oleh sang adiknya sendiri.

Yang paling menghebohkan adalah Kim Yo Jong secara sengaja mempromosikan dirinya di politbiro Partai Buruh Korea beberapa waktu lalu.

Pernyataan mengenai potensi besar kudeta terhadap Kim Jong Un oleh sang adik perempuannya tersebut disampaikan oleh Roy Calley.

Roy Calley adalah pakar yang sangat sering berkunjung ke Korea Utara dan juga pernah menulis buku yang berjudul With Your Eyes and Tell the World.

Hal itu bukanlah isu yang ia ungkapkan, Roy menemukan kejanggalan hingga bisa berspekulasi mengenai kudeta terhadap Kim Jong Un setelah membaca publikasi dari Daily NK beberapa waktu lalu.

Dalam pemberitaan tersebut, Kim Yo Jong menghadiri pertemuan politbiro pada 2 Juli lalu sebagai anggota tetap.

Dilansir Daily Express Minggu (19/7/2020), kabar itu menjadi indikasi jelas bahwa dia "meneguhkan" posisinya sebagai orang nomor dua Kim Jong Un.

"Kabar ini meyakinkan saya bahwa saat ini dia tengah beranjak menuju ke posisi yang memberikannya kekuasaan tak terbatas," ujar Calley.

Hal lain juga ditemukan oleh Roy hingga memperkuat dugaannya mengenai kudeta Kim Jong Un.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved