Update Corona di Jambi
Dihantam Pandemi Covid-19, Masa Depan Perhotelan di Jambi Belum Bisa Prediksi
Hampir tiga bulan lebih semua kegiatan yang biasanya dilaksanakan di hotel, langsung berkurang drastis akibat pandemi Covid-19.
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi Covid-19 sangat berdampak besar terhadap bisnis perhotelan. Hampir tiga bulan lebih semua kegiatan yang biasanya dilaksanakan di hotel, langsung berkurang drastis dan hal tersebut berdampak pada tingkat okupansi dan pendapatan hotel.
Walaupun di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini tingkat okupansi hotel sedikit mengalami kenaikan, hal tersebut belum bisa menggambarkan bagaimana pendapatan hotel ke depannya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jambi, Yudi Ghani mengatakan, pihaknya belum bisa memprediksi kapan pendapatan hotel di Jambi akan kembali normal. Menurutnya hal tersebut tergantung dari kebijakan pemerintah.
• Warga Tungkal Ditemukan Meninggal di Kamar, Ini Penyebab Bau Busuk Tak Tercium Warga
• Jelang Idul Adha, Dishub Imbau Po dan Travel di Jambi Perhatikan Protokol Kesehatan
"Semua tergantung Pemerintah, kalau pemerintah sudah melakukan relaksasi yang benar-benar bisa mendatangkan orang untuk berkunjung ke Jambi, hotel tinggal menunggu untuk memfasilitasi kebutuhan akomodasinya," ujarnya, Senin (20/7/2020).
Yudi mengatakan, di Jambi rata-rata hotel 70 persen pemasukan hotel dari Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition baik dari pemerintah maupun swasta. Jika dana dana APBN dan APBD digunakan untuk penanganan Covid-19 tentu akan mempengaruhi pendapatan hotel.
"Jadi tidak bisa kita prediksi ini, karena naik turun (okupansi), belum lagi kekhawatiran kita akan gelombang kedua Covid-19 yang sudah terjadi di negara negara lain, itukan sudah menjadi suatu info untuk kita agar lebih berhati-hati," jelasnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Herfando Putra, Marketing komunikasi Odua Weston Jambi. Saat ini tamu hotel yang menginap lebih banyak dari dalam dan luar Kota Jambi. Terdapat peningkatan okupansi hotel Odua Weston Jambi tetapi belum bisa dikatakan normal seperti biasanya.
"Kalo ditanya kapan kita juga gak bisa prediksi, karena juga bisa dibilang di sektor pariwasata penerbangan aja terbatas, orang yang datang ke Jambi juga terbatas dan mempengaruhi tingkat okupansi hotel. Memang ada peningkatan okupansi hotel yang sebelumnya sekitar 30-40 persen sekarang di angka 50-60 persen, tetapi belum begitu sepenuhnya normal, jadi kalo misalkan memprediksi ini sampai kapan ya kita sama sama berdoa agar ke depan pandemi ini cepat selesai dan semua kembali normal," pungkasnya.