Adaptasi Kebiasaan Baru, Disbudpar Jambi Dorong Peningkatan Perekonomian di Sektor Pariwisata
Karena itu, Sri Purnama Syam, Plt Kepala Disbudpar Provinsi Jambi terus mengimbau pelaku usaha di bidang pariwisata turut aktif menerapkan protokol...
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi turut mendorong untuk meningkatkan perekonomian dalam sektor pariwisata di masa adaptasi kebiasaan baru, dengan menerapkan standar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.
Karena itu, Sri Purnama Syam, Plt Kepala Disbudpar Provinsi Jambi terus mengimbau pelaku usaha di bidang pariwisata turut aktif menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari. Dia juga mengatakan pihaknya siap menerapkan standar adaptasi kebiasaan baru dengan protokol Covid-19.
"Yang diutamakan saat ini yang bisa meningkatkan perekonomian jadi perhotelan, kemudian rumah makan, restoran, UMKM, ekonomi kreatif kita utamakan. Untuk objek wisata sendiri sebenarnya belum boleh dibuka untuk umum, apalagi di zona kuning kita memang belum boleh, tetapi yang kelola oleh dinas atau pemerintahan harus mengajukan surat terlebih dahulu ke gugus tugas di masing-masing daerah," jelasnya pada kegiatan Talkshow Adaptasi Kebiasaan Baru di Sektor Kepariwisataan di Transmart Jambi Sabtu (18/7/2020) kemarin.
• BPS: Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Jambi Turun 0,004 Poin
• LINK LIVE Streaming RCTI, Man United vs Chelsea di Semifinal Piala FA Kick Off Pukul 23.15 WIB
• Hasil MotoGP 2020 Spanyol, Marc Marquez Crash, Fabio Quartararo Sukses Raih Podium Pertama
Dia menilai, dengan membantu dan mendorong ekonomi kreatif juga turut menunjang dan menjadi bagian dari pariwasata di Provinsi Jambi.
Untuk para pelaku UMKM, pihaknya juga akan membantu para pelaku ekonomi kreatif termasuk UMKM di Provinsi Jambi dengan menyediakan tempat dan turut mempromosikan produk UMKM secara online. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi juga berencana akan membuat program untuk UMKM agar bisa mempromosikan produknya langsung secara virtual.
"Untuk UMKM ada dinasnya sendiri, tapi kita Dinas Pariwisata tetap kita memback-up membantu teman-teman ekonomi kreatif (UMKM) yang bergerak membantu mereka untuk mempromosikan (produknya) secara virtual melalui jaringan-jaringan online, kita tapi belum bisa bicara banyak untuk terjun langsung, kami hanya mengandalkan teman-teman melalui media online, kemudian kita juga program nanti bagaimana promosi langsung secara digital jadi itu yang kita kerjakan," ujarnya.
Rini Safitri, Founder Nekno Kreatif Community sebagai pelaku ekonomi kreatif pun turut menyampaikan, UMKM dalam masa adaptasi kebiasaan baru juga membutuhkan dorongan dari berbagai pihak untuk dapat bangkit lagi. Untuk terus kreatif dan berinovasi UMKM membutuhkan dukungan dari beragam pihak.
"Dukungan itu bisa dalam bentuk apapun, bisa itu dari aturan, kebijakan kebijakan, ruang, dan lainnya," pungkasnya.