BPS: Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Jambi Turun 0,004 Poin
Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,351 naik dibanding Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,346.
Penulis: Fitri Amalia | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Data dari Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Jambi mencatat pada Maret 2020, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Jambi yang diukur dengan Gini Ratio tercatat sebesar 0,320. Angka ini menurun 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2019.
Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,351 naik dibanding Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,346.
Sedangkan Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,287 turun dibanding Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,290.
• DPD II Golkar Tanjabbar Resmi Tidak Mendukung Pasangan Cici Halimah-H Jalil di Pilkada Tanjabbar
• Tagihan Air Sebulan Membengkak Rp 26 Juta, Nycta Gina dan Kedua Anaknya Pilih Mengungsi
• Menikmati Nuansa Alam di Taman Kongkow Kota Jambi
Wahyudin, Kepala BPS Provinsi Jambi mengatakan, gini ratio Jambi pada Maret 2011 sebesar 0,340, kemudian turun pada September 2013 menjadi 0,327 dan naik terus hingga Maret 2015 mencapai angka tertinggi yaitu sebesar 0,361.
Pada September 2015 Gini Ratio kembali turun menjadi 0,344, dan sejak maret 2017 sampai September 2018 cenderung stagnan di 0,334 - 0,335.
"September 2019 mulai mengalami penurunan dan kembali turun pada Maret 2020," ujar Wahyudin.
Berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,351. Angka ini meningkat sebesar 0,005 poin dibanding Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,326.
Untuk daerah perdesaan Gini Ratio Maret 2020 tercatat sebesar 0,287. Angka ini turun sebesar 0,004 poin dibanding Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,290.
Selain itu, Wahyudin juga menyampaikan, persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah pada Maret 2020 sebesar 20,90 persen. Angka tersebut menyebut Jambi berada pada kategori ketimpangan rendah.
Persentase pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah pada bulan Maret 2020 ini meningkat jika dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 20,57 persen dan meningkat jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 yang sebesar 20,84 persen.
Sejalan dengan informasi yang diperoleh dari Gini Ratio, ukuran ketimpangan Bank Dunia pun mencatat hal yang sama. Meskipun sama-sama tergolong ketimpangan rendah namun ketimpangan di perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan ketimpangan di perdesaan.
"Ketimpangan itu bisa dilihat dari Persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah di daerah perkotaan lebih rendah dibanding daerah perdesaan, pada Maret 2020 di daerah perkotaan tercatat sebesar 18,96 persen, sedangkan di daerah perdesaan sebesar 22,50 persen," kata dia.
Wahyudin menambahkan, provinsi yang mempunyai nilai Gini Ratio tertinggi tercatat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,434 sementara yang terendah tercatat di Provinsi Bangka Belitung dengan Gini Ratio sebesar 0,262.
Jika dibanding dengan Gini Ratio nasional yang sebesar 0,381, terdapat delapan provinsi dengan angka Gini Ratio lebih tinggi, yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (0,434), Gorontalo (0,408), Jawa Barat (0,403), DKI Jakarta (0,399), Papua (0,392), Sulawesi Selatan (0,389), Sulawesi Tenggara (0,389), dan Papua Barat (0,382).