Breaking News:

Penyelundupan Gelatik Batu Jambi

VIDEO Ratusan Ekor Burung Gelatik Batu Berhasil Diselamatkan BKSDA Jambi

Penyelundupan ratusan ekor burung Gelatik Batu (Parus major) berhasil digagalkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, pada Jumat (17/7).

Penulis: Zulkipli | Editor: Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Penyelundupan ratusan ekor burung Gelatik Batu (Parus major) berhasil digagalkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, pada Jumat (17/7/2020) pagi.

Penangkapan itu bermula dari kegiatan monitoring peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL), pada Wilayah Lintas Timur Sumatera khususnya Jalan Lintas Lingkar Barat, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melaksanakan patroli peredaran TSL pada loket bus PO. R.A. BKSDA Jambi kerap kali mendapati laporan masyarakat mengenai peredaran ilegal satwa burung pada lalu lintas Sumatera tersebut.

Pemeriksaan dilakukan ketika bus menurunkan para penumpang dan bongkar muat barang di loket.

Gegerkan Warga, Pendamping SAD di Bungo Ditemukan Tewas Tanpa Busana

Gaji Terlalu Rendah, DPRD Minta Bupati Tambah Insentif Honorer di Muarojambi

Dari hasil patroli, tim BKSDA Jambi menemukan 8 boks berisi burung yang disimpan dalam toilet bus. Sekitar 240 ekor burung jenis Gelatik Batu (Parus major) langsung diamankan petugas patroli BKSDA Jambi.

Berdasarkan pengakuan supir, Burung Gelatik Batu dibawa dari Pekanbaru, Riau tujuan Tulang Bawang Lampung.

Burung Gelatik Batu merupakan satwa tidak dilindungi Undang-Undang dan non-appendiks Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), namun peredarannya harus dilengkapi dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATSDN).

"Burung ini sangat penting di alam untuk menjaga kestabilan dan keberlanjutan rantai makanan. Kita mengharapkan dukungan semua pihak elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian Sumber Daya Alam (SDA) sebagai titipan untuk anak cucu kita dan amanah Allah SWT," kata Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh.

Rencananya, burung Gelatik Batu tersebut akan dilepasliarkan pada habitat alami yang layak di Provinsi Jambi di hari yang sama.

Burung Gelatik Batu memiliki ciri berukuran kecil (13 cm) warna hitam, abu-abu, dan putih. Kepala dan kerongkongan hitam, kecuali bercak putih mencolok disisi muka yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa dan Bali pada daerah hutan mangrove hingga dataran 2.000 mdpl.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved