Lelah hingga Kelaparan, 600 Anak Yatim Menangis Terlantar Setelah Janji Santunan Ternyata Tak Ada

Ratusan anak yatim tersebut datang dari berbagai kecamatan ke sebuah masjid di Kampung Laba, Desa Cigondang, Labuan, untuk menerima bantuan.

Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Foto Hanya Ilustrasi 

Cepi akhirnya meminta anak-anak kembali dipulangkan ke rumah masing-masing menggunakan bus yang digunakan untuk mengantar.

Namun, ternyata uang sewa bus juga belum dibayar sebesar Rp 6 juta.

Dilaporkan ke polisi

"Akhirnya pakai uang saya dulu, untuk beli solar, yang penting anak-anak kembali pulang ke rumah masing-masing."

Semua peserta santunan akhirnya meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.30 WIB.

Hingga saat ini, pihak desa masih mencari tahu keberadaan penyelenggara dan motif santunan "palsu" tersebut.

Kasus ini, kata Cepi, juga sudah dilaporkan ke polisi.

Sementara itu, Kapolsek Labuan Kompol Nono Hartono mengatakan, pihaknya tengah melakukan investigasi terkait kasus yang menghebohkan warga Labuan ini.

"Laporan belum ada, tapi anggota sudah diturunkan untuk investigasi. Tapi, belum berhasil karena orang rumahnya yang bernama E belum ketemu sampai saat ini, belum dapat data lengkap," kata Nono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dijanjikan Santunan, 600 Anak Yatim Telantar di Pandeglang, Menangis karena Lelah dan Kelaparan

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved