Breaking News:

Kamis (16/7) Rupiah Menguat di Level Rp 14.560 per Dolar, IHSG Zona Hijau, Bagaimana Emas Antam?

Pukul 09.17 WIB rupiah berada pada level Rp 14.560 per dollar AS atau menguat 28 poin (0,19 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp 14

ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.
Seorang karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Kamis (16/7/2020) kembali menguat.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.17 WIB rupiah berada pada level Rp 14.560 per dollar AS atau menguat 28 poin (0,19 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp 14.588 per dollar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan walaupun dibuka menguat, rupiah diproyeksikan akan bergerak melemah pagi ini.

Sentimen negatif yang muncul pagi ini adalah potensi konflik AS dan China terkait dengan undang-undang keamanan nasional Hong Kong.

Ilustrasi nilai tukar rupiah ke dolar
Ilustrasi nilai tukar rupiah ke dolar (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

“Kondisi eksternal pagi ini menunjukkan adanya tekanan ke aset-aset berisiko karena kekhawatiran peningkatan penularan virus dan memburuknya hubungan AS dan China. Rupiah mungkin bisa bergerak melemah pagi ini,” kata Ariston kepada Kompas.com

Selanjutnya, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen domestik yakni penantian hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang masih membuka peluang pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Anak Sulungnya Lamar Aurel di Atas Kapal, Ibunda Atta Halilintar Singgung Pahitnya Berumah Tangga

Anak Sulungnya Lamar Aurel di Atas Kapal, Ibunda Atta Halilintar Singgung Pahitnya Berumah Tangga

“Dengan kondisi inflasi yang masih terjaga di bawah 2 persen, pemangkasan ini bisa terjadi. Pasar mungkin sudah mengantisipasi hasil ini kemarin. Situasi sell on fact buy on rumour mungkin bisa mendorong penguatan rupiah pasca pengumuman BI (siang nanti),” ujar Ariston.

Hari ini pasar juga menantikan data GDP kuartal kedua dan rilis data produksi industri bulan Juni China yang akan dirilis pagi ini.

Banyak analis yang memperkirakan rilis data akan lebih bagus dari sebelumnya.

“Bila demikian hasilnya bisa memberikan sentimen positif ke aset-aset berisiko hari ini termasuk rupiah,” ujar dia.

Halaman
1234
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved