Berita Tanjab Barat
Dianggap 'Mati Suri', BUMD Tanjab Barat Dipertanyakan Dewan, Syufrayogi: Menghabiskan Biaya Saja
Yogi menilai bahwa kontribusi BUMD sejauh ini tidak tau arah sistem kerjanya. Yogi pun menggangap bahwa kehadiran BUMD dianggap hanya menghabiskan bia
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tanjabbar di pertanyakan, bahkan dianggap 'mati suri'. Ini diungkapkan oleh anggota DPRD Tanjabbar, Syufrayogi Syaiful.
Yogi menilai bahwa kontribusi BUMD sejauh ini tidak tau arah sistem kerjanya. Yogi pun menggangap bahwa kehadiran BUMD dianggap hanya menghabiskan biaya saja, sementara pemerintah daerah terus memberikan subsidi.
"Tiap tahun mungkin disubsidi sama pemerintah daerah, tapi kontribusinya sama sekali tidak ada. Mereka (BUMD) tidak inovatif dan kreatif serta tidak bisa membaca cela-cela pangsa pasar," katanya, Kamis (16/7/2020).
• Harga Sepeda Lipat United Mulai Rp 2 Jutaan
• Download Lagu MP3 Sholawat Nissa Sabyan 2020, Ada Video Spesial Aisyah Istri Rasulullah Terbaru
• BREAKING NEWS Tolak RUU Omnibulaw, Puluhan Pendemo Geruduk Kantor DPRD Provinsi Jambi
Lebih lanjut disampaikannya bahwa BUMD hanya berfikiran untuk mengurusi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Raja. Sementara jika mereka melihat potensi yang ada di Kabupaten Tanjabbar, ada banyak peluang yang bisa dilakukan oleh BUMD.
"Mereka ini hanya bisa mengurusi bank tanggo Rajo saja. Sebenarnya mereka bisa mengolah perkebunan baik itu pinang atau kelapa. Mereka juga bisa membaca sektor kelautan, bisa mengelola sumber kelautan kita. Seperti udang ketak dan kerang yang sampai saat ini sudah mulai punah,"ungkapnya.