Breaking News:

Protokol Kesehatan Sekolah di Jambi

Hari Pertama Sekolah di Masa New Normal, Bupati Tanjabtim Minta Guru Lakukan Rapid Test

Setelah dua bulan penerapan pembelajaran online, akhirnya Senin pagi (13/7) siswa dan siswi SMP dan SMA kembali belajar seperti biasa.

ist
Bupati Tanjabtim Romi Haryanto meninjau langsung kegiatan KBM perdana di masa new normal. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Setelah dua bulan penerapan pembelajaran online, akhirnya Senin (13/7) siswa dan siswi SMP dan SMA kembali belajar seperti biasa. 

Dimasa new normal, pemerintah pusat melalui Kemendikbud mencatat beberapa daerah yang dapat melakukan belajar tatap muka, salah satunya Kabupaten Tanjabtim.  

Seperti yang terpantau di SMPN 1, di hari pertama masuk sekolah tersebut Bupati Tanjabtim Romi Haryanto meninjau langsung kegiatan KBM perdana di masa new normal.

Dalam kunjungannya Bupati meminta kepada seluruh majelis guru lakukan rapid test. Karena, sebelum proses belajar mengajar di SMPN 1 Tanjab Timur diberlakukan, semua majelis guru harus dipastikan bebas virus corona.

BREAKING NEWS Jumlah PDP Covid-19 di Tanjab Barat Bertambah Lagi 

Sekolah di Sarolangun Tunggu Zona Hijau

Sudah Ada Zona Hijau, Siswa SMA/SMK di Jambi Tetap Belajar dari Rumah, Ini Alasannya

Bupati juga berpesan, agar disaat proses belajar mengajar di era new normal ada dokumentasi melalui foto maupun video. 

"Selanjutnya, dokumentasi itu dilaporkan setiap hari ke saya. Tujuannya, supaya saya juga bisa memantau disaat proses belajar mengajar berlangsung," ujarnya.

Sebelumnya, bupati juga sempat meminta pendapat atau kepastian dari seluruh majelis guru dalam kesiapan proses belajar mengajar apabila diaktifkan. Menanggapi hal itu, seluruh majelis guru di SMPN 1 Tanjab Timur menyatakan siap jika proses belajar mengajar dimulai.

Terlosah Disnawati, Wakil Kesiswaan di SMPN 1 Tanjab Timur menyatakan kesiapannya jika proses belajar mengajar diberlakukan. Untuk dapat menerapkan sosial distancing, maka pihak sekolah akan memberlakukan 2 shift. 

"Jika terdapat penolakan wali murid yang tidak setuju, maka untuk sementara siswa bisa mengikuti belajar melalui daring, dengan catatan, mereka harus berada di area yang bukan blank spot dan memiliki handphone Android," ujarnya.

Lanjutnya, jumlah siswa di SMPN 1 Tanjab Timur sendiri memiliki siswa berjumlah sekitar 300 siswa dan siswi. Dari jumlah itulah yang nantinya akan diberlakukan dua shift. (usn) 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved