Berpeluang Besar dan Cocok Jadi Capres 2024, Erick Thohir: Saya Rasa Enggak, Bukan Orang Jawa

Oleh karenanya secara hitung-hitungan, Erick Thohir merasa kecil kemungkinannya untuk bisa mendapatkan banyak dukungan.

Editor: Tommy Kurniawan
KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Menteri BUMN Erick Thohir 

Saat itu beredar kabar Erick Thohir membagian bansos dengan tulisan dukungan agar dirinya menjadi calon presiden.

"Waktu ada kejadian pertama di Jakarta Utara, saya ngirim tim, benar ada enggak? Enggak ada tempatnya," katanya.

"Berarti kan ini ada permainan," lanjut Erick Thohir.

Ia mengecam dengan keras langkah semacam itu yang berupaya menjatuhkan nama baiknya.

"Saya rasa kalau hal ini terus dilakukan, semua orang ngertilah ini pembusukan," komentar mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Meskipun begitu, ia tidak ingin menduga-duga alasan adanya upaya tersebut.

"Ya, enggak tahu, supaya cepat di-reshuffle kali?," kata Erick Thohir.

Erick Thohir membenarkan upaya kotor tersebut mungkin dilakukan karena usahanya merampingkan BUMN.

"Mungkin juga," jawabnya singkat.

Namun Erick Thohir enggan membahas lebih lanjut hal itu.

Ia mengaku lebih fokus pada kinerjanya sebagai Menteri BUMN.

"Tapi gini, saya selalu bilang kita diberi amanah. Kita harus lillahi taala jalan kerjain yang memang sesuai dengan programnya," jelas pengusaha media massa tersebut.

"Kalau kita memang jalan sesuai programnya ini dianggap salah, toh bisa di-reshuffle sama presiden," tambah Erick.

Erick menyebutkan sudah menjadi kewajibannya untuk membenahi program BUMN, termasuk memangkas jumlah perusahaan.

"Saya rasa program dari BUMN yang tadinya 800, 140 BUMN harus dikecilkan menjadi 70, ini sebuah keharusan," tegas pendiri Mahaka Group ini.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved