Breaking News:

Verifikasi Faktual Pendaftar PPDB SMAN di Provinsi Jambi Selesai, Ini Tujuannya

Kabid SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi Misriadi membenarkan proses verifikasi faktual tersebut dimulai tanggal 7 kemarin.

Penulis: Zulkipli | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Zulkifli
Orang tua siswa mendatangi SMAN 1 Kota Jambi lantaran tak mengerti mendaftar PPDB SMA 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Proses Verifikasi Faktual terkait hasil pengumuman lulus seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online tahun 2020 sedang berlangsung dan akan berakhir hari ini, Kamis (9/7/2020). Hal ini dilakukan untuk mengecek kembali keabsahan hingga kelengkapan saat pendaftaran.

Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Misriadi membenarkan proses Verifikasi Faktual tersebut dimulai tanggal 7 kemarin.

"Maka kami mengharapkan juga kepada masyarakat bagi yang sudah diterima (online,red), untuk segera menempati jadwal yang ditentukan guna Verifikasi Faktual," ujarnya.

Pelaku Perampokan di Mestong Beberapa Waktu Lalu Diringkus Tim Rajawali Polres Muarojambi

Berkas Perkara Dua Perusahaan Tersangka Karhutlah Dilimpah ke Kejati Jambi

Berkas Perkara Pencuri Tabung Gas 3 Kg Masih Diperiksa Jaksa

Alasan dilakukannya verifikasi faktual itu menurut Misriadi dikarenakan adanya dugaan permainan atau pemalsuan dokumen diantaranya KK.

"Inilah yang mendorong Disdik melakukan verifikasi faktual. Selain itu akan dilihat pula dari sisi dokumen lainnya seperti piagam-piagam, raport dan surat keterangan tidak mampu," jelasnya.

Lebihlanjut Misriadi menjelaskan bahwa rasio daya tampung sekolah negeri di Kota Madya Jambi ini sangat terbatas, tak seimbang dengan jumlah peminatnya. Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan sekolah swasta.

"Sekolah negeri ini terbatas, maka kami mengimbau kepada masyarakat jika anaknya tidak tertampung disekolah negeri, agar kiranya untuk memanfaatkan sekolah swasta. Karena sekolah swasta ini secara akreditasi tidak kalah dengan negeri, dimana rata-rata akreditasinya sudah A. Sekolah itu bukan negerinya yang menentukan kualitas, namun ditentukan akreditasi suatu sekolah itu," terangnya.

Sementara, rasio daya tampung siswa SMA negeri atau sederajat di Kota Madya Jambi dalam penerimaan siswa baru tahun ini sebanyak 5.119 siswa. sedangkan untuk lulusan SMP sederajat 11.810 siswa.

"Terdapat tidak tertampung itu 6.861 siswa. Jadi daya tampung keseluruhannya sangat kecil dari jumlah yang lulus," beber Misriadi.

Diakuinya Disdik sendiri telah berupaya menyampaikan keluhan daya tampung sekolah itu hingga usulan kepada pemprov maupun DPRD. Seperti mengevaluasi sekolah swasta, atau pemerintah membeli (ganti rugi) sekolah swasta untuk dijadikan negeri.

"Kami mengusulkan mulai tahun depan dirikanlah sekolah-sekolah baru. Karena ada di zonasi yang tidak berkeadilan, seperti di Simpang Rimbo tidak ada sekolah (negeri,red). Disitulah ketidakadilannya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved