Berita Viral
Viral Postingan Monas Tenggelam, Ribuan Orang Retweet, Apa Arti Sebenarnya?
Sebuah unggahan menampilkan poster Monumen Nasional (Monas) yang tenggelam menjadi ramai diperbincangkan di media sosial pada Jumat (3/7/2020).
Terkait ilustrasi di Kota Jakarta, Bali, dan Bogor, Niel menjelaskan, tiga kota tersebut tidak hanya disorot dari segi permasalahan terhadap lingkungan, namun juga menjadi kota yang berpengaruh bagi dirinya.
"Pada dasarnya enggak ada tujuan yang filsuf tentang kenapa sih saya pilih tiga kota tersebut, tapi memang saya dari Jakarta, sekarang sudah lima tahun di Bogor, dan saya memang sudah lama punya rencana buat menetap di Bali, makanya saya pilih kota-kota tersebut," ujar freelance di bidang graphic designer, sekaligus pemilik Digital Studio Visualmovement.id ini.
Tidak hanya gambar bangunan yang tenggelam saja yang menjadi daya tarik dari karyanya, melainkan angka 2102 yang ada pada bagian bawah poster.
Niel mengatakan, ada maksud tersendiri bagi angka 2102 yang dibubuhkannya pada poster.
"Tujuan dan maksud saya pilih empat angka itu memang menuju ke tahun. Pada masanya, banyak orang merasa takut dan bertanya-tanya tentang kerusakan Bumi di tahun 2012, pada saat itu booming banget dan bikin orang merasa ketakutan (karena diimplementasikan sebagai tahun akhir zaman)," katanya lagi.
Kendati demikian, Niel terbentuk ide untuk menukar angka tersebut yang awalnya 2012 menjadi 2102.
"Saya sengaja juga membuat visualnya terasa gelap dan menakutkan untuk memberikan efek yang sama seperti tahun 2012," kata dia.
Niel mengimbau masyarakat untuk sadar bahwa bisa jadi pada 2102 perubahan iklim dan lingkungan bumi bisa rusak jika kita tidak menjaga kestabilan lingkungan.
Terkait posternya yang menjadi viral di media sosial, Niel berharap pesannya untuk menyadarkan manusia tersampaikan, terutama pemerintah.
Ia juga tidak menyangka jika poster hasil kreasinya akan mendapatkan respons sampai puluhan ribu kali oleh pengguna Twitter lainnya.
Tanggapan LIPI
Di sisi lain, peneliti Limnologi Bogor dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hendro Wibowo mengungkapkan, ada kemungkinan Indonesia akan mengalami hal tersebut.
Sebab, kondisi yang terjadi pada poster tersebut dapat terjadi dengan tiga pemicu yakni menurunnya kapasitas sungai, kenaikan permukaan laut, dan perubahan lahan hulu.
"Saya mencoba memahami pemikiran pengunggahnya sebagai sebuah peringatan kepada kita semua bahwa membuang sampah sembarangan menjadi salah satu sebab terjadinya banjir karena tertutupnya saluran drainase dan menurunnya kapasitas sungai," ujar Hendro saat dihubungi terpisah oleh Kompas.com, Selasa (7/7/2020).
• Download Lagu MP3 DJ Remix 24 Jam Full Bass Spesial DJ Breakbeat, Ada Video Terbaru DJ Slow, DJ Opus
• Download Musik MP3 Spesial DJ Remix Terbaru 2020, Nonstop 24 Jam, Tersedia Pula Musik DJ Breakbeat
Menurutnya, untuk proyeksi tahun 2100-an ini sudah banyak diungkapkan bahwa kota-kota pantai sesuai kondisi regional masing-masing akan tenggelam karena adanya kenaikan permukaan laut akibat pemanasan global serta penurunan muka tanah karena eksploitas air tanah dan beban bangunan akibat pembangunan yang tidak terkendali.
Di sisi lain perubahan lahan di hulu juga menyebabkan berkurangnya daerah resapan, sehingga menambah akumulasi aliran permukaan di kota-kota pantai tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/viral-monas-tenggelam.jpg)