Breaking News:

Muncul Istilah Sekolah Favorit dan non-Favorit dalam PPDB Kota Jambi, Ini Kata Pengamat Pendidikan.

Pengamat Pendidikan di Kota Jambi, Jaya mengatakan bahwa PPDB merupakan program pendidikan yang berjalan setiap tahun.

Penulis: Miftahul Jannah | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PPDB) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah mulai dilaksanakan, satu diantaranya SMP 1 Kuala Tungkal. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Jambi yang sudah dilaksanakan, ternyata masih menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, terkait dengan peminat sekolah favorit dan sekolah non-favorit.

Pengamat Pendidikan di Kota Jambi, Jaya mengatakan bahwa PPDB merupakan program pendidikan yang berjalan setiap tahun.

Dimana pemerintah saat ini telah mempersiapkan sistem zonasi, afirmasi dan prestasi dengan tujuan ingin membuat keadilan dalam mendapatkan kesempatan belajar dan meringatkan beban masyarakat dari biaya pendidikan.

Beberapa Hari Hujan Berintensitas Sedang Tidak Sebabkan Banjir, Ini Kata Kepala BPBD Kota Jambi

Download MP3 Lagu Kisah Kasih di Sekolah - Chrisye, Jadi Soundtrack Sinetron Dari Jendela SMP SCTV

Pria Ini Malah Lebih Memilih Maling Sepeda daripada Motor Disebelahnya yang Lebih Mahal, Ternyata

Namun, masih saja terjadi masalah dalam PPDB di antaranya muncul istilah sekolah favorit dan non-favorit.

"Setiap sekolah punya hak bisa menerima siswa," ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, setiap orang tua siswa punya hak memilih sekolah yang baik atau terbaik. Oleh karena sekolah yang berkualitas, dan memiliki kegiatan yang berkelas baik di ajang lokal, regional, nasional dan internasional, itulah sekolah yang jadi incaran orang tua siswa.

"Sebaliknya sekolah yang tidak berkualitas tidak punya nama baik akan diabaikan oleh orang tua siswa, ini tantangan dalam dunia pendidikan, kualitas layanan dijadikan tolak ukur org tua siswa dalam memilih sekolah yang tepat utk anaknya," imbuhnya.

Selain itu dirinya juga mengungkapkan bahwa Sekolah pada dasarnya sama, di mana sekolah merupakan tempat anak mngeyam pendidikan.
Namun, untuk sekolah yang sudah memberikan layanan baik dan punya prestasi yang unggul lebih sedikit, dibanding dengan sekolah yang sedang berproses memberikan layanan yang baik.

Sehingga lanjutnya, orang tua siswa cenderung memaksakan anaknya masuk ke sekolah favorit sekalipun, menempuh jalan yang salah, atau memaksakan diri agar anak tersebut dapat diterima.

"Solusi untuk kepala sekolah, ayo kita tingkatkan layanan pendidikan dan tingkatkan kualitas kegiatan yang berkelas," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved