Belum lagi ada konflik sampai kiamat dua Korea.
Belum selesai masalah diatas kali ini ancaman perang terjadi di Afrika.
• Robby Purba, Didi Riyadi & Ivan Gunawan Pernah Dekat Ayu Ting Ting, Pedangdut Terhalang Restu Anak
• Kisah Tim Halilintar Kopassus yang Dibekali Teknik Bunuh Senyap, Tumpas Pemberontak Cuma Pakai Pisau
• Sejarah Wisata Taman Hutan Kota, Diprakarsai Walikota Muhammad Sabki, Diresmikan Bambang Priyanto
Tiga negara berpolemik terkait pemanfaatan sungai Nil. Sungai Nil sebagai salah satu sungai terpanjang di dunia mengaliri 11 negara sekaligus.
Negara-negara tersebut adalah Mesir, Ethiopia, Sudan, Uganda, Kenya, Tanzania, Burundi, Rwanda, Republik Demokratik Kongo, Eritrea, dan Sudan Selatan.
Ethiopia, Sudan, dan Mesir terus berpolemik tentang Bendungan GERD, yang dibangun Ethiopia. Sudan dan Mesir keberatan dengan pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD), sedangkan Ethiopia bersikeras proyek mereka tidak membahayakan siapa pun.
Pangkal persoalannya adalah Bendungan GERD yang dinilai akan membatasi pasokan air ke negara-negara hilir. Ethiopia adalah negara di bagian hulu sungai Nil.
• PAN Jambi Masih Menunggu Kabar DPP Ada atau Tidaknya Survei Bagi Bacalon yang Mendaftar
• Jadwal Misa Online (Live Streaming) Gereja Katedral Sabtu-Minggu 4-5 Juli Jakarta-Surabaya
• Pekan Pertama Bulan Juli, Harga Kebutuhan Pokok di Jambi Masih Stabil
Proyek dari Ethiopia ini bernilai US$ 4,6 miliar (Rp 66,7 triliun) dan tanpa dana asing. Pembiayaan didapat dari patungan rakyat dan penjualan obligasi, karena Mesir memblokir pihak asing untuk membiayai proyek ini.
Sudan yang juga bergantung hidupnya pada Sungai Nil, juga mendesak Dewan Keamanan PBB turun tangan menangani kasus ini, karena ketegangan 3 negara kian meningkat.
Dalam pertemuan virtual dengan Dewan Keamanan PBB pada Senin (29/6/2020), Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry memperingatkan akan ada konflik jika PBB tidak turun tangan.
• Bersahabat Puluhan Tahun, Aziz Gagap & Andre Taulany Pernah Berkonflik, Sule Bongkar Amarah Komedian
• Download Lagu MP3 Saka dan Seika Ft Betrand Peto-Bapak, Tersedia Chord Gitar, Lirik & Video Klipnya
• Sesaat Lagi! Live Streaming Samudra Cinta Sesason 2, Menguak Sosok Intan yang Diperankan Cut Syifa
Ia mendesak dewan membantu menyelesaikan sengketa Bendungan GERD ini, yang menurutnya sudah membahayakan 150 juta warga Mesir dan Sudan.
Sementara itu hasil KTT Uni Afrika pada Jumat (26/6/2020) menyatakan, para pemimpin Mesir, Sudan, dan Ethiopia sepakat untuk berunding lagi tentang pengisian waduk GERD.
Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia Admasu Tsegaye Agidew menerangkan, GERD tidak boros air sehingga tidak membahayakan negara-negara hilir. "GERD tidak mengonsumsi banyak air, (sehingga) tidak membahayakan negara-negara hilir, tidak ada deforestasi," terang Dubes Admasu saat dihubungi Kompas.com melalui konferensi video, Jumat (3/7/2020).
• Oknum PNS Dispora Tanjabbar yang Terlibat Kasus Narkoba Masih di Rutan Polda Jambi
• Diskon Mobil Mitsubishi Xpander & Xpander Cross Khusus Juli 2020, Potongan Harga-Gratis Kaca Film
• Pj Sekda Provinsi Jambi akan Kaji Kebijakan Manajemen RSUD Raden Mattaher yang Diprotes Pegawainya
Ethiopia bersikeras membangun Bendungan GERD sebagai pembangkit listrik dan meningkatkan perairan. Admasu menuturkan, separuh lebih dari 110 juta penduduk Ethiopia belum menikmati aliran listrik.
"Selama ini mereka memakai kayu bakar sebagai pengganti listrik," terangnya.
Dubes Admasu lalu menerangkan, Bendungan GERD dapat menghasilkan 6.450 megawatt dan menampung 74 juta cm kubik air.
Rencananya,pengisian Waduk GERD dijadwalkan bulan ini. Apabila telah beroperasi, Bendungan GERD akan menjadi waduk pembangkit listrik terbesar di Afrika, dan salah satu yang terbesar di dunia.(*)
Artikel ini pernah tayang di Kontan dengan judul "Ancaman perang juga berpotensi terjadi di Afrika, tiga negara berpolemik karena ini"
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/world-war-iii-benua-afrika-juga-terancam-meletus-peperangan-brutal-antar-3-negara.jpg)