Breaking News:

4 Langkah Panduan Kurban Saat Pandemi Covid-19, Ini Ciri-ciri Hewan Kurban yang Sehat

Dinas Peternakan Provinsi Jambi mengimbau agar kegiatan kurban tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

ist
Panduan pelaksanaan kegiatan kurban di fasilitas pemotongan dan tempat penjualan hewan kurban saat Covid-19. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mengingat saat ini dalam situasi pendemi covid-19, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi mengimbau agar kegiatan kurban tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pelaksanaan kegiatan kurban yang meliputi penjualan dan pemotongan hewan kurban perlu dilakukan penyesuaian terhadap prosedur new normal (perubahan pola hidup pada situasi Covid-19).

Kepala DTPHP Provinsi Jambi Akhmad Maushul menjelaskan, panduan pelaksanaan kegiatan kurban di fasilitas pemotongan dan tempat penjualan hewan kurban saat Covid-19. Warga diminta menjaga jarak fisik, penerapan higiene personal, pemerikasaan kesehatan awal, serta penerapan Higiene dan Sanaitasi.

Imbas Pandemi Covid-19, Permintaan Hewan Kurban di Jambi Menurun

Oknum Polisi Polres Merangin Diperiksa Propam Polda Jambi, Buntut Salah Tangkap Raja

Adapun ciri-ciri umum hewan kurban yang sehat adalah, lubang kumlah (mulut, mata, hidung, telinga dan anus) bersih dan normal. Mata jernih, cermin hidung tidak basah dan tidak kering. Bulu mengkilat.

Turgor (elastisitas) kulit baik. Hewan tidak kekurangan cairan dalam tubuh. Tidak ada luka atau borok. Bergerak aktif, mau makan dan minum.

Sedangkan, hewan yang layak untuk dikurbankan adalah hewan yang cukup umur, tidak cacat dan tidak kurus. Cukup umur dapat dilihat dari gigi hewan. Sapi dan kerbau berumur 2 tahun ditandai dengan tanggal dan tumbuhnya lebih dari sepasang gigi tetap.

Sedangkan kambing berumur 1 tahun di tandai dengan tumbunya lebih dari sepasang gigi tetap.

Hewan kurban juga harus tidak cacat, tanduk lengkap (sepasang) tidak terpotong, kulit mulus tidak ada luka dan borok serta tidak pincang.

"Hewan yang tidak sehat untuk menjadi hewan kurban memiliki ciri-ciri umum seperti mata sayu, tidak mau atau tidak nafsu makan, menyendiri atau memisahkan diri dari kelompoknya, berbaring saja, tidak aktif dan memperlihatkan gejala sakit," jelas Maushul.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved