Breaking News:

Kades Tanjung Pauh Divonis Satu Tahun Karena Terima Fee Jual Beli Tanah

Selaku kepala desa ia disebut menerima hadiah atau janji senilai Rp 52 juta atas penjualan tanah warganya yang semestinya masuk dalam kas desa.

Tribunjambi/dedi nurdin
Tim jaksa kejari Muaro Jambi tengah menyimak proses pemerikaan terdakwa terhadap Sumartono, mantan kades Tanjung Pauh, kecamatan Mestong di Pengadilan Tipikor Jambi Senin (11/5/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi menyatakan Sumartono, mantan Kades Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi bersalah dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Putusan terhadap terdakwa dibacakan pada Rabu (1/7/2020) kemarin.

Dalam amar putusan yang dibacakan hakim Erika Sari Emsah Ginting selaku ketua majelis hakim, Sumartono dinyatakan terbukti bersalah.

Sebagai mana dalam dakwaan lebih subsidair yakni menerima hadiah atau janji dalam jabatannya selaku kepala desa.

Antisipasi Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Muarojambi Bakal Intens Razia di Perbatasan

Sepanjang Tahun Ini Polres Muarojambi Ungkap 33 Kasus Penyalahgunaan Narkoba dengan 57 Tersangka

Lowongan Kerja Jambi Juli 2020 - Driver, Reporter, Admin Pajak, Admin Toko, Dosen, Accounting

Sebagai mana dalam Pasal 11 Undang-undang R.I. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu Tahun dan denda sebanyak Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan," ucap ketua majelis hakim Erika Sari Emsah Ginting.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa Kejari Muaro Jambi yang mengusulkan agar terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan.

Selaku kepala desa ia disebut menerima hadiah atau janji senilai Rp 52 juta atas penjualan tanah warganya yang semestinya masuk dalam kas desa.

Atas putusan ini, jaksa menyatakan pikir-pikir untuk menerima atau mengajukan banding. Sementara, terdakwa Sumartono melalui penasehat hukumnya menyatakan menerima putusan tersebut.

"Klien kita menyatakan tidak melakukan upaya hukum dan langsung menerima putusan. Sementara jaksa penuntut umum masih pikir-pikir,” kata Fatma Wati, penasehat hukum terdakwa usai sidang.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved