Banyak Serangan Hewan Liar di Tanjab Timur, Gara-garanya Warga Usil Ganggu Anjing Kawin
Kasus serangan hewan liar di Tanjabtim didominasi faktor human error atau kejahilan masyarakat.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kasus serangan hewan liar di Tanjabtim didominasi faktor human error atau kejahilan masyarakat, Disbunak tetap antisipasi dengan rutin pemberian vaksin.
Guna mencegah terjadinya kasus gigitan hewan liar pembawa rabies, Dokter hewan Disbunak Tanjabtim optimalkan pemberian vaksin pada hewan.
Beberapa kasus serangan dan gigitan hewan liar seperti, anjing, kucing dan kera yang dilaporkan ke Disbunak kebanyakan faktor penyebabnya karena keusilan manusia itu sendiri. Meski demikian dari hasil pemeriksaan hewan-hewan tersebut tidak membawa rabies.
• Cegah Covid-19 Menyebar di Lapas, Semua Tahanan Polres Tanjab Barat Jalani Rapid Test
• Pemilik Alat Berat Wajib Bayar Pajak, Pemprov Jambi Tunggu Revisi UU No.28 Tahun 2009
• VIDEO Wabah Covid-19 Belum Usai, Virus Flu Babi Kini Mengancam Dunia
"Dari beberapa kasus yang kita terima itu, kebanyakan kasus gigitan ditengarai oleh ulah manusia itu sendiri. Semisal anjing atau kucing sedang kawin diganggu kemudian hewan tadi menyerang terjadilah gigitan atau cakaran," jelas Dokter Hewan Disbunak Tanjabtim Dr. Roni, Kamis (3/7)
Lanjutnya dalam penanganan kasus seperti ini, pihaknya melihat dari kronologis kejadian baru bisa melakukan penangan selanjutnya apakah pasien yang diserang tadi harus dilakukan suntik Vaksin Anti Rabies (VAR) atau tidak.
"Tapi kalo kasusnya seperti tadi, karena ulah kejahilan manusia tidak dilakukan VAR. Karena untuk suntik VAR sendiri cukup mahal," jelasnya.
"Untuk pemberian VAR itu domainnya Puskesmas," tambahnya.
Lanjutnya, sejauh ini pihaknya rutin melakukan pemberian vaksin terhadap hewan ternak sapi maupun hewan peliharaan yang diliarkan seperti anjing dan kucing.
Dimana bagi hewan yang telah diberikan vaksin rabies, maka pemilik hewan tersebut akan diberikan kartu vaksin bahwa hewannya telah disuntik vaksin setahun sekali.
"Jadi jika kemudian hari hewan ini berulah atau menyerang pemilik bisa menunjukan kartu vaksin hewannya," jelasnya.
Mengingat di Kabupaten Tanjabtim sendiri didominasi wilayah perkebunan, dan banyak warga yang memelihara anjing untuk penjaga dan juga untuk berburu hama hutan.
Sejauh ini dari Januari hingga Mei, berdasarkan data Disbunak sudah ada lebih kurang 600san ekor hewan diberikan vaksin rabies tersebar di beberapa Kecamatan. (usn)