Kapolres Tanjab Barat Menangis Setelah Didatangi Ratusan Warga, Ternyata Ini Penyebabnya
Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro menangis setelah di datangi oleh ratusan masyarakat dari Tanjabbar di Polres Tanjabbar, Rabu (1/7).
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro menangis setelah di datangi oleh ratusan masyarakat dari Tanjabbar di Polres Tanjabbar, Rabu (1/7).
Kapolres merasa terharu dengan kehadiran masyarakat yang tidak hanya sekedar datang melainkan juga mengumandangkan shalawat dan mendoakan kebaikan untuk Kapolres.
Selain itu, sejumlah ibu-ibu juga membawa sejumlah makanan. Tangisan Kapolres Tanjabbar ini pecah di tengah ibu-ibu yang memberikan kue-kue hasil buatannya.
Disisi lain, kita ingat ada kejadian anak gizi buruk yang meninggal di RS Daud Arif beberapa waktu lalu, yang kemudian secara spontan Kapolres membawa jenazah anak tersebut hingga ke peristirahatan terakhir dengan digedong. Dalam kesempatan ini, orang tua dari anak tersebut M Faisal (21) dan Seftia (17) hadir di Polres Tanjabbar.
• Lagi Rayakan HUT Bhayangkara Polres Tanjabbar Digeruduk Puluhan Warga, Kapolres Diminta Jadi Bupati
• BPS Jambi Akan Rilis Data Inflasi, Pariwisata dan Nilai Tukar Petani Lewat Live Streaming Siang Ini
Faisal dalam kesempatan ini memberikan kenang-kenangan kepada Kapolres berupa foto saat Kapolres mengendong jenazah anaknya yang dibawa dari rumah sakit hingga ke liang lahat. Suasana ini menambah haru dalam kesempatan di perayaan HUT Bhayangkara ke-74 di Tanjabbar.
"Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyediakan waktu dan materi karena membuat kue dan segala macamnya. Ini adalah nilai yang sangat berharga bagi saya, karena bukan di nilai dari materinya tapi dari apresiasinya terhadap Polres Tanjabbar," sebut Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro.
