Imbas Pandemi Covid-19, di Tanjung Jabung Timur Selama 3 Bulan Tidak Akan Ada Penarikan Pajak Usaha

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melakukan relaksasi pajak selama tiga bulan ke depan.

tribunjambi/abdullah usman
Kabid Pendataan Inos Santoso 

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dampak ekonomi melemah di masa pandemi Covid-19 saat ini. Karena itu Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur melakukan relaksasi pajak selama tiga bulan ke depan.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Keuangan Daerah BKD Tanjab Timur Nusirwan melalui Kabid Pendataan Inos Santoso.

Menuutnya,  pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini turut mempengaruhi dari sisi pendapatan masyarakat yang dapat berimbas pada  pajak daerah.

ASN Jambi Harap Bersabar Ya, Pemprov Jambi Belum Dapat Aba-aba Soal Pembayaran Gaji ke-13

UPDATE Kasus Positif Covid-19 Minggu 28 Juni 2020 Sudah Menyentuh Angka 54.010 Orang

Ashanty Blak-blakan Dapat Ancaman Anang Hermansyah Jika Tak Layani Seks Tiap Hari: Akan Ada Pelakor

"Terkait hal itu kita pemerintah mengambil sikap, untuk memberikan relaksasi pajak terhadap beberapa sektor yang dianggap cukup terdampak," ujarnya, Minggu (28/6/2020).

Menurutnya,  ada lima sektor usaha yang tidak akan dilakukan penarikan pajak oleh pihak Bakeuda dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan.

Diantaranya yakni, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan, pajak (restoran atau rumah makan atau kantin),  pajak hotel atau penginapan, pajak hiburan dan pajak reklame atau khusus usaha yang terdampak langsung. "Karena tidak dipungkiri beberapa usaha tadi sangat terdampak di masa apa demi ini," ujarnya.

Kebijakan tersebut telah tertuang dalam surat edaran Badan Keuangan Daerah tertanggal 25 Juni 2020, tentang pemberian intensif berupa pengurangan, keringanan dan pembebasan pokok pajak daerah di Tanjung Jabung Timur dampak dari pandemi covid-19.

Tujuannya tidak lain, guna meningkatkan kemampuan ekonomi usaha kecil dan mikro yang mengalami penurunan omset usaha, maka diberikan pembebasan pembayaran pokok pajak untuk masa pajak bulan April - Mei dan Juni.

Tiba-tiba Ashanty Menangis Ketika Annisa Pohan Pamer Foto Bareng Cowok Ini: Tega!

Anggota DPRD Tulungagung Banting Botol Bir, Tagih Utang 6 Miliar Untuk Pilkadake Bupati

Pesona Ariel NOAH Sampai Ditolakya, Inilah Sosok Cantik Dita Soedarjo, Anak Konglomerat Indonesia

"Sementara untuk pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan, jatuh tempo pembayaran diperpanjang yang semula terakhir pada 30 september  menjadi 31 desember 2020," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved