Mata Pelajaran Terkait Masalah Narkoba Diwacanakan Untuk Pelajar SD dan SMP di Sarolangun

Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus melakukan upaya untuk menekan angka peredaran narkoba.

tribunjambi/wahyu herliyanto
Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun, Helmi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus melakukan upaya untuk menekan angka peredaran narkoba.

Langkah yang diambil, mewacanakan ada mata pelajaran muatan lokal (mulok) terkait masalah narkoba.

Pelajaran mulok ini sendiri nantinya akan menyasar para siswa siswi SD dan SMP di Kabupaten Sarolangun.

Pelajaran tentang narkoba ini diadakan agar para siswa sudah tahu, mulai dari bahaya dan efek samping jika disalahgunakan.

Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun, Helmi mengatakan, untuk rencana penambahan mata pelajaran mulok masih dalam proses.

BREAKING NEWS Warga SAD di Merangin Tewas Tertembak Kecepek Sendiri, Peluru Kena Dagu Tembus Kepala

Hotman Paris Tetap Minta Tetap Percaya Investasinya, Meskipun Skandal Jiwasraya Seret 13 Korporasi

Penjual Bakso Ludahi Mangkuk Pelanggan, Kepada Polisi Awalnya Mencium Setelah Itu Akui Perbuatannya

Menurutnya, sebelum masuk ke tahap pelajaran mulok, yang mana mulok itu sendiri dapat dilihat dari tiga aspek.

Pertama, masalah peningkatan dan mengakbrabkan siswa pada nilai-nilai sosial budaya dan lingkungan.

Kedua, mengembangakan keterampilan fungsional yang dapat menunjang kehidupan. Ketiga, menumbuhkan kepedulian siswa terhadap masalah-masalah lingkungan.

Katanya, jika untuk masalah narkoba bisa saja dimasukan pada aspek tang berkaitam, seperti lingkungan. "Masalah narkoba bisa mengambil aspek dari lingkungan," ujarnya, Jumat (26/6).

Ia menjelaskan, hingga saat ini progres terkait mulok pelajaran narkoba ini masih dikoordinasikan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi untuk penyesuaian semua materi yang akan dibahas.

"Sudah koordinasi dengan BNN dan ini sebagai petunjuk bupati dan kemarin sudah komunikasi dalam penyesuaian materi. Jadi kami saat ini menindak lanjuti dan sudah membemtuk tim khusus untuk dibentuk ke dalam kurikulum," katanya.

Meski begitu, mulok pelajaran narkoba ini masih dalam pengkajian. Yang mana,  mata pelajaran ini setelah menjadi kurikulum apakah bisa berdiri sendiri sebagai mata pelajaran, atau digabungkan dengan mata pelajaran lain yang terkait narkoba, seperti lingkungan dan budaya.

Guru Menumpuk di Wilayah Perkotaan, Dinas Pendidikan Muarojambi Kurang Perhatikan Pemerataan

AHY Bertemu Malam Hari Dengan Airlangga Bahas Pilkada Serentak 2020, Sinyal Bakal Berkoalisi?

Sang Istri Ajak Cerai, Nasib Harta Zumi Zola Disorot, Terancam Jatuh Miskin dan Kehilangan Anak?

"Ini sedang dikaji, jika ini menjadi permanen tentu ada sesuatu yang harus diintergrasikan. Pelajaran berdiri sendiri atau kita gabungkan dengan yang lain," ujarnya lag.

"Rencana ini masih dalam proses dan penyususunan tim dan baru menyusun bahan ajar," sambungnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved