LKPj Bupati Muarojambi

FPPP Nilai Akses Pendidikan SAD Belum Maksimal

Saat penyampaian tanggapan terhadap LKPJ Bupati Muarojambi tahun anggaran 2019, juru bicara Fraksi PPP, Sopyan menyampaikan

TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN
Ilustrasi: suku anak dalam. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Saat penyampaian tanggapan terhadap LKPJ Bupati Muarojambi tahun anggaran 2019, juru bicara Fraksi PPP, Sopyan menyampaikan agar Pemerintah Kabupaten Muarojambi lebih memperhatikan akses pendidikan Suku Anak Dalam (SAD).

Fraksi PPP menilai perhatian Pemkab terhadap SAD belum maksimal dan berharap agar lebih memperhatikan lagi akses pendidikan mereka.

"Saya dapat masukan dari Camat Mestong sangat memprihatinkan gedung tempat belajarnya agar diproses untuk menempuh akses pendidikan yang layak," jelasnya.

Sopyan juga menyampaikan biar bagaimana pun mereka Suku Anak Dalam (SAD) adalah bagian dari warga Kabupaten Muarojambi.

"Sekali lagi kami minta Pemerintah Muarojambi memberikan akses pendidikan yang layak, baik pendidikan formal maupun pendidikan agamanya agar lebih baik," katanya baru-baru ini.

Sopyan juga minta pada Pemkab lebih perhatian juga pada keterampilan SAD, untuk mengangkat keahlian hidupnya.

Guru Menumpuk di Perkotaan

FRAKSI PDI Perjuangan juga menyoroti masalah pendidikan di Kabupaten Muarojambi. Pasalnya, posisi penempatan para guru sebagai ujung tombak pendidikan harus menjadi perhatian serius.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Muarojambi, Baijuri dalam rekomendasi terhadap LKPj Bupati Muarojambi tahun 2019 menilai dinas pendidikan kurang memperhatikan pemerataan para guru.

"Banyak kita temukan di lapangan, kebanyakan para guru menumpuk di wilayah perkotaan saja. Sementara sekolah yang ada di pelosok malah kekurangan guru, " ungkapnya Jumat (26/6).

Ini perlu dijadikan pertimbangan untuk pemerataan agar yang di pelosok juga mendapat kesempatan yang sama, kewenangan kepala sekolah juga penting dievaluasi.

“Karena kebanyakan mengangkat sanak familinya menjadi guru honor di sekolah yang dipimpinnya, padahal yang diangkatnya itu belum tentu memiliki kompetensi mengajar," ujarnya.

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved