Breaking News:

13 Manajer Investasi Jadi Tersangka Megakorupsi Jiwasraya, Rugikan Negara Rp 12,15 Triliun

Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyita aset -aset milik 13 manajer investasi (MI) jika terbukti terkait dengan kasus dugaan korupsi dan pencucian uan

Instagram @kendraparamita
Skandal Jiwasraya 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menyita aset -aset milik 13 manajer investasi (MI) jika terbukti terkait dengan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di Asuransi Jiwasraya.

"Tentu semua aset atau barang bukti yang ada kaitannya dengan tindak pidana ini, maka penyidik akan melakukan penyitaan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono di Jakarta, Kamis (25/6).

Rencana penyitaan tersebut dilakukan setelah kejaksaan menetapkan 13 MI tersebut sebagai tersangka korporasi dalam kasus korupsi di Jiwasraya.

Ketiga belas perusahaan tersebut diduga korupsi dan melakukan pencucian uang investasi Jiwasraya pada kurun waktu 2014 - 2018 sehingga merugikan negara Rp 12,15 triliun.

Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj)

Mereka adalah PT DM/PAC, PT OMI, PT PPI, PT MD, PT PAM, PT MAM, PT MNC, PT GC, PT JCAM, PT PAAM, PT CC, PT TVI, dan PT SAM.

"Tentu peran dari tersangka ini dikaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya ketika mengelola keuangan dari Asuransi Jiwasraya," ungkapnya.

Atas hal itu, penyidik menjerat perusahaan tersebut dengan pasal tindak pidana korupsi yakni pasal 2 subsider nomor 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk saat ini, penyidik masih menetapkan tersangka dari pihak korporasi.

Download Lagu MP3 Nella Kharisma Spesial Banyu Moto, Ada Video Lagu Didi Kempot hingga Via Vallen

Nenek 60 Tahun di Madura Jalani Ritual Sumpah Pocong Karena Dituduh Punya Ilmu Santet oleh Tetangga

Seiring waktu berjalan, akan ditelusuri siapa saja pihak-pihak dalam korporasi yang ikut bermain.

"Oleh karena itu, penyidik tentu akan mengembangkan, apakah ada peran aktif pengelola MI atau dari terdakwa yang sudah disidangkan sebelumnya justru aktif dalam menaruh dananya di korporasi itu. Atau dari Jiwasraya sepakat untuk menempatkan dananya di korporasi itu, tentunya akan ada perkembangan penyidikkan," jelasnya.

Halaman
12
Editor: suci
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved