Virus Corona di Jambi

Dampak Pandemi Covid-19, Penelusuran dan Penerbitan Buku Sejarah Bungo Terkendala

Untuk melanjutkannya, Suryawani mengatakan pihaknya merencanakan pada tahun 2021 mendatang.

Tribunjambi/darwin
Seorang pengunjung tampak menggunakan masker sedang membaca buku di Perpustakaan dan Kearsipan Bungo, Kamis (25/6/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Dampak pendemi Covid-19, penelusuran dan penerbitan buku tentang sejarah di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bungo terkendala.

Dampak yang terjadi tidak bisa melanjutkan penelusuran sejarah Bungo karena anggaran yang dialokasikan tersebut dipangkas guna percepatan penanganan Covid-19.

Hal itu diakui Suryawani selaku kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bungo kepada tribunjambi.com di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2020).

Guna Pencegahan Aksi Kejahatan, Polres Muarojambi Siagakan 12 Bhabinkamtibmas di Jaluko

Bacaan Surat Yasin 83 Ayat Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan (Ada Video)

Sedang Hamil, Anakonda Ini Mengamuk, Menyerang Mobil Lewat, Isi Mobil Teriak Ketakutan

"Sejarah Kabupaten Bungo baru jalan setengah, kita tidak boleh lagi keluar daerah, tidak boleh lagi berkunjung, berkumpul, jadi agak macet sekarang ini," ungkapnya.

Selain itu yang turut menjadi kendala karena anggaran yang akan digunakan untuk penelusuran segala sesuatu yang berkaitan dengan sejarah Bungo dipangkas dalam percepatan penanganan Covid-19.

Untuk melanjutkannya, Suryawani mengatakan pihaknya merencanakan pada tahun 2021 mendatang.

"Mungkin kami memulai lagi tahun 2021 untuk meneliti naskah kuno, semua sejarah sejarah Bungo," ujarnya.

Selain itu saat ini dia mengharapkan setiap perpustakaan yang ada di tingkat kecamatan untuk menggali cerita rakyat tentang dusun (desa) masing masing.

Dia mengakui telah mentargetkan sejarah Bungo di tahun 2020 ini selesai. Namun pandemi Covid-19 menghambat jalannya penelusuran tersebut.

Hingga saat ini Perpustakaan dan Kearsipan belum memiliki buku sejarah Bungo. Namun diakuinya lembaga adat Bungo memilikinya.

Untuk memperbanyak buku yang dimiliki lembaga adat tersebut, kepala dinas itu mengakui tidak bisa dilakukan karena anggaran yang telah dipangkas.

Penulis: Darwin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved