Berita Internasional

Indonesia Bakal Jajah & Monopoli Minyak Sawit Eropa, LSM di Swiss Ketakutan dan Lempar Isu Nakal

Indonesia Bakal Jajah & Monopoli Minyak Sawit Eropa, LSM di Swiss Ketakutan dan Lempar Isu Nakal

Editor: Andreas Eko Prasetyo
kompas.com
(Ilustrasi) Petani menaikkan tandan buah segar kelapa sawit ke atas truk 

TRIBUNJAMBI.COM - Nampaknya adem ayem dan tidak ada konflik dan jauh dari pemberitaan, siapa sangka Swiss sedang bersitegang dengan Indonesia.

Bukan perkara militer namun masalah perdagangan.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Swiss tidak terima jika Indonesia 'menjajah' sebagai importir besar Minyak Sawit di negaranya serta Eropa.

Maka isu lingkungan hidup dilontarkan para LSM Swiss.

Dapat Hadiah Kecupan Pipi dari Ayu Ting Ting, Pakar Sebut Didi Riyadi Sudah Nyaman Sama Ibu Bilqis

Batanghari Dapat Opini WTP dari BPK, Ternyata Begini Kondisinya

TNI Berduka! Pasukan Penjaga Perdamaian Asal Indonesia Gugur Diserang Pemberontak di Kongo

Namun apa lacur, pemerintah Swiss malah mendukung perdagangan dengan Indonesia yang mereka nilai menguntungkan daripada mendengar ocehan ngawur LSM di negerinya.

Uniterre, lembaga swadaya masyarakat di Swiss berhasil menggalang suara untuk mengusulkan referendum penolakan produk kelapa sawit Indonesia dan turunannya ke Mahkamah Konstitusi Swiss.

Pada Senin, 22 Juni 2020, Uniterre membawa 26 kotak yang berisi 59.200 tanda tangan permintaan referendum penolakan produk kelapa sawit dan turunannya.

"Jika disetujui, setelah diteliti keabsahannya, tentunya, referendum penolakan produk kelapa sawit Indonesia, hanya soal waktu,“ tutur Mathias Stalder, sekretaris Uniterre, kepada Kompas.com .

Mathias yakin, referendum, penentuan nasib pemasaran produk kelapa sawit, akan disetujui Makahmah Konstitusi Swiss. Seperti biasa, ritual penyerahan kotak berisi tanda tangan untuk meminta referendum, diisi orasi dari Uniterre.

Sinopsis Film Perahu Kertas 2 Tayang di TVRI, Lanjutan Kisah Keenan Kugy

Selama Jadi Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto Sudah Dua Kali Berkunjung ke Rusia, Ada Apa?

Bolehkah Menikahi Pasangan di Bawah Umur? Ini Jawaban Resmi dari Pengadilan

Isinya, bagaimana industri kelapa sawit menghancurkan lingkungan hidup.

Sekaligus tentang keberuntungan yang diperoleh perusahaan besar.

Ada puluhan wartawan, tidak terkecuali televisi Swiss dan kantor berita media arus utama.

Ronja Jansen, Presiden Juso (Jung Sozialdemokratische Partei Schweiz), berharap referendum ini akan menjadi kenyataan.

"Apa yang diakibatkan oleh Industri Kelapa Sawit sangat fatal. Lingkungan hidup di Indonesia rusak, dan juga pada akhirnya berpengaruh ke pemanasan global,“ katanya kepada Kompas.com.

Dua Bulan Habis Rp 833 Juta untuk Penanganan Covid-19 di Sarolangun, Ini Kata Dokter

Sinopsis Film Krrish Tayang di ANTV, Sekuel dari Film Koi Mil Gaya

Ini 10 Daerah Kasus Positif Coronanya Tertinggi, Jakarta Pusat di Urutan Pertama

Ronja sendiri berada dalam dilema, karena induk partai politiknya, Sozialdemokratische Partei Schweiz (SP), ikut meneken kontrak persetujuan perdangan dengan Indonesia.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved