Kisah Militer

Kopassus Muda Ini Jatuh Cinta ke Pramugari Garuda saat Letnan Dua, 20 Tahun Kemudian Jadi Jenderal

Saat berpangkat letnan dua ini kisah cintanya seorang pramugari Garuda Indonesia bernama Hartini dimulai. Kisah cinta Moerdani dan Hartini penuh liku

Editor: Duanto AS
isntagram/ajengnsf
Ilustrasi pramugari Garuda Indonesia 

TRIBUNJAMBI.COM - Ini kisah pemuda dari Blora yang menjadi TNI AD.

Dia merupakan prajurit TNI yang keras dan tegas hingga menjadi pasukan elite.

Moerdani merupakan satu di antara anggota RPKAD (sekarang Kopassus) legendaris.

Berbagai tugas telah dijalani pemuda bernama Moerdani, mulai dari misi di Irian Barat (sekarang Papua) hingga memadamkan pemberontakan-pemberontakan.

Daftar Nama 31 Danjen Kopassus Sejak 1952 sampai Sekarang, Misi Rahasia yang Tak Pernah Terungkap

Pertempuran 16 Kopassus Dikepung Musuh, Helikopter Tak Datang Jemput ke Lokasi, Menegangkan

Pertarungan Guru Silat Kopassus vs Master Karate Jepang, Tetap Hormat Meski 5 Jurus Terjengkang

Perjalanan karier Benny Moerdani sangat panjang, dari sebelum menjadi tentara hingga menjadi Panglima ABRI.

Ikut melawan Jepang

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, di usia 13 tahun, pria yang kemudian akrab dipanggil Benny Moerdani ini ambil bagian dalam serangan markas Kempetai di Solo.

Kala itu Kempetai menolak untuk menyerah kepada pasukan Indonesia.

Baru saat Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal ABRI dibentuk, Benny Moerdani bergabung dengan Tentara Pelajar yang berada di bawah otoritas dari Brigade ABRI.

Pada 1951, Moerdani dan brigadenya terdaftar dalam Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD). Pada tahun itu juga dia mengambil bagian dalam Sekolah Pelatihan Infanteri (SPI).

Pada 1952 dia diberi pangkat pembantu letnan satu. Dua tahun kemudian, pada 1954, Moerdani menerima pangkat letnan dua.

Kisah cinta dengan pramugari Garuda

Saat berpangkat letnan dua ini kisah cintanya seorang pramugari Garuda Indonesia bernama Hartini dimulai.

Kisah cinta Moerdani dan Hartini penuh liku.

Namun tapi tak ada yang menyangka, Kopassus yang berpacaran dengan pramugari Garuda Indonesia ini kemudian menjadi Jendral TNI.

Tubuh Praka Suparlan Dibabat Peluru Betubi-tubi, Kisah Heroik Kopassus Selamatkan Pasukan

Kendati merupakan tentara yang gila bekerja dan penugasan, pada ‘usia normal’ Benny Moerdani memiliki pacar.

Sekira 1954, saat masih berpangkat letnan dua (letda), Benny memiliki pacar bernama Hartini.

Hartini merupakan pramugari Garuda Indonesia.

Pangkat letda umumnya diperoleh anggota TNI setelah lulus pendidikan Akademi Militer (Taruna).

Karena kemudian bergabung dengan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dan sekaligus merupakan personel intelijen andal, Benny Moedani kerap melaksanakan misi rahasia.

Misi itu tidak boleh diketahui siapapun, termasuk pacarnya sendiri, Hartini.

Ketika sedang mendapat tugas khusus, Benny tidak pernah pamit kepada Hartini. Dia langsung ‘menghilang’ begitu saja.

Meski menjalani pola berpacaran yang tidak normal, hubungan Benny dan Hartini tetap baik-baik saja, hingga usia pacaran mereka nyaris lewat delapan tahun.

Presiden Soekarno sampai memaksa

Presiden Soekarno yang juga memiliki hubungan baik dan perhatian khusus kepada Benny, justru merasa tidak enak dengan pola pacaran Benny-Hartini.

Dia menilai waktu pacaran itu sudah terlalu lama.

Bung Karno akhirnya memaksa Benny untuk segera menikah.

Kopassus Kopaska dan Denjaka Kejar Bajak Laut Somalia hingga Pantai lalu Habisi di Lokasi

Itu dengan pertimbangan waktu pacaran Benny-Hartini sudah terlalu lama dan karier Benny di militer yang makin cemerlang.

Saat itu, Bung Karno mengatakan akan makin ideal apabila Benny memiliki seorang istri.

Akhirnya, Benny dan Hartini menikah di Jakarta pada 12 Desember 1964.

Menariknya, resepsi pernikahannya dirayakan Bung Karno di Istana Bogor.

Ganti nama anak

Ketika sudah menikah, Benny yang makin disibukkan oleh misi rahasia sebagai pasukan komando dan personel intelijen, seperti dalam Operasi Trikora dan Operasi Dwikora, makin jarang di rumah.

Benny lebih banyak bekerja di luar kantor.

Ketika sedang di rumah dan kemudian mendapat tugas khusus, Benny juga tidak pernah pamit kepada Hartini akan pergi ke mana. Dia hanya mengatakan ‘akan ke luar kota’.

Tapi jika sudah ‘menghilang’ Benny bisa pergi selama berbulan-bulan dan ketika sudah pulang ke rumah, ia juga sama sekali tidak pernah mengatakan penugasannya kepada Hartini.

Pada 25 September 1965, Hartini melahirkan putrinya. Saat itu, Benny juga sedang melaksanakan tugas rahasia dan sama sekali tidak bisa dihubungi.

Karena merasa kebingungan memberi nama anaknya, lalu Hartini minta tolong Bung Karno memberikan nama.

Tapi, belakangan ketika Benny tiba-tiba muncul, nama pemberian Bung Karno itu lalu diubahnya.

Romantis dan kaku

Meskipun Benny gila kerja dan seperti tidak memperhatikan istrinya, namun setiap berangkat dari rumah, dia selalu membawa bekal makanan dari Hartini. Itu untuk menunjukkan sikap hormat kepada istrinya.

Preman Terminal Bisa Jadi Perwira Kopassus, Untung Pranoto Naik Pangkat 17 Kali Dalam Karier

Misalnya saja, ketika Benny sedang menghadiri pesta jamuan makan. Bekal makanan dari Hartini di dalam rantang akan selalu dimakannya terlebih dahulu.

Demikian menghargainya Benny terhadap bekal makanan istrinya, sehingga dia sampai mengeluarkan aturan. Siapapun tidak boleh memotretnya saat sedang makan.

Jika sampai ada yang berani memotret meski tidak sengaja, Benny yang berwajah keras dan sangar itu pasti akan marah besar. (Sumber buku Benny Moerdani Yang Belum Terungkap, KPG-Tempo, 2015).

Masa kecil di Blora

Moerdani lahir di Cepu, Blora, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1932, dari pasangan RG. Moerdani Sosrodirjo, seorang pekerja kereta api, dan Eurasia Jeanne Roech.

Dia merupakan anak ke-3 dari 11 bersaudara.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, pada Oktober 1945 saat ketika berusia 13, Moerdani mengambil bagian dalam serangan terhadap markas Kempetai di Solo setelah Kempetai menolak untuk menyerah kepada pasukan Indonesia.

Ketika Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal ABRI dibentuk, Moerdani bergabung dengan Tentara Pelajar yang berada di bawah otoritas dari Brigade ABRI.

Dari brigade ini, Moerdani mengambil bagian dalam Revolusi Nasional Indonesia melawan Belanda, dia berpartisipasi dalam sebuah serangan umum yang sukses di Solo.

Setelah kemerdekaan Indonesia situasi berangsur aman, Moerdani mengambil kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya, lulus dari sekolah menengah pertama dan melanjutkan ke sekolah menengah atas. Sementara itu ia mengambil pekerjaan paruh-waktu untuk membantu pamannya menjual barang.

17 Peti Mati Disiapkan saat Misi Kopassus di Thailand, yang Terisi 5 Peti

Pada 1951, Pemerintah Indonesia mulai melakukan demobilisasi, brigade Moerdani dianggap telah melakukan tugas cukup baik dan para prajuritnya terus bertugas dengan ABRI. Moerdani, bersama dengan brigadenya terdaftar dalam Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD) dan mulai pelatihan pada Januari 1951. Pada saat yang sama, Moerdani juga mengambil bagian dalam Sekolah Pelatihan Infanteri (SPI).

Benny menyelesaikan pendidikan militer dari P3AD pada April 1952 dan dari SPI Mei 1952.

Benny Moerdani juga diberi pangkat pembantu letnan satu. Dua tahun kemudian, pada 1954, Moerdani menerima pangkat letnan dua dan ditempatkan di TT/III Siliwangi

Biodata Benny Moerdani

  • Nama: Moerdani
  • Lahir: 2 Oktober 1932
  • Meninggal dunia: 29 Agustus 2004
  • Pasangan: Hartini Moerdani
  • Anak: Irene Ria Moerdani
  • Dinas: TNI
  • Masa dinas: 1945-1988
  • Pangkat: Jenderal TNI
  • Pertempuran/perang: Revolusi Nasional Indonesia, Pembebasan Irian Barat, Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Pendudukan Indonesia di Timor Timur

Demikian kisah Benny Moerdani, pemuda dari Blora yang menjadi anggota Kopassus hingga berpangkat Jenderal TNI . (*)

Perwira Kopassus Kaget Namun Tetap Tenang, Berdoa lalu Nekat Minum Air Aneh Suguhan Warga

Kopassus Gigit Kepala Ular dan Injak Bara Api, Aksi Itu Sampai Buat Jenderal AS Syok dan Curiga

Misteriusnya Sistem Kerja Intelijen Kopassus, Sersan Badri Diminta Sembunyikan Istri Panglima Musuh

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved