Berita Nasional
Kisah John Kei yang Merantau ke Jakarta Cuma Bermodal Nekat, Ketemu Saudara Lewat Gegara Celana
Kisah John Kei yang Merantau ke Jakarta Cuma Bermodal Nekat, Ketemu Saudara Lewat Gegara Celana
Di Surabaya, John Kei juga sudah sering ribut.
Hingga akhirnya, di perkelahian terakhirnya, dia memutuskan untuk pindah ke Jakarta.
Tahun 1988, dia memutuskan untuk pindah ke ibukota, padahal di sana dia tak kenal siapa-siapa selain saudaranya yang merupakan pramugara.
Dia pernah bertemu dengan saudaranya tersebut di Surabaya.
"Dia pernah ke Surabaya dan bertemu, saya tanya bung di Jakarta di mana, dia jawab 'di Berlan' yang ada di otak saya ada Berlan-berlan (padahal Berlan besar)," ujarnya.
Lagi-lagi, John Kei nekat.
• Densus 88 Ringkus Tiga Teroris di Riau, Lurah : Satu Teroris Bisa Bahasa Ocu Kampar
• Sinopsis Innocent Defendant Episode 11 Tayang di RTV, Ada Tahanan yang Berniat Membantu Jung Woo
• Sinopsis Film Premium Rush Tayang di Trans TV, Aksi Bersepeda Joseph Gordon
Meski tak punya banyak uang, dia pergi ke Jakarta menaiki kereta yang harga tiketnya Rp 7,5 ribu.
Uangnya langsung habis karena dibelikan tiket kereta api Jayabaya tersebut.
Sesampainya di Stasiun Jatinegara, John Kei juga memutuskan untuk naik bajaj.
Padahal, dia tak mengetahui lokasi persis alamat saudaranya tersebut.
"Abang bajaj tanya, saya sok tahu saja, jadi muter hampir setengah jam satu jam di dalam Berlan saja," ujarnya.
Siapa sangka, John Kei menemukan rumah saudaranya gara-gara celana yang dijemur.
Dia menyebut itu sebagai salah mukjizat Tuhan dalam kehidupannya.
John Kei melihat celana yang dipakai saudaranya saat bertemu dengannya di Surabaya, sedang digantung di depan rumah.
"Ini kayanya celana ini yang dia pakai di Surabaya. Celana jeans. Akhirnya saya yakin saja masuk ke pintu belakang. Kalau itu bukan rumah saudara saya, habis lah saya, dianggap maling. Puji Tuhan ketemu keluarganya," ujarnya.
Tonton selengkapnya: