Siswa SMP Tewas Dililit Ular Piton, Terungkap Alasan Piton Serang Manusia Menurut Panji Petualang
Masih hangat kasus baru-baru ini terjadi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, seorang siswa SMP dililit ular piton.
TRIBUNJAMBI.COM - Masih hangat kasus baru-baru ini terjadi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, seorang siswa SMP dililit ular piton.
Begini penjelasan Panji Petualang alaasan ular piton menyerang hingga memangsa manusia.
Padahal ular jenis retic besar itu lebih banyak berada di Sumatera dan Kalimantan.
Lalu, mengapa kasus ular menelan manusia lebih sering terjadi di Sulawesi?
Sang Panji Petualang pun memaparkan hasil analisisnya.
Menurut Panji Petualang, ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.
Mulai dari karakter ular yang lebih agresif, kerusakan habitat, dan kekurangan makanan.
• Update Covid-19 Per 22 Juni 2020 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu
• Jasad Ahmad Apit Tubuhnya Ditemukan Tertelungkup di Kubangan Lumpur, Masih Memegang Jaring
• Sinopsis Film The Prison Tayang Perdana di Trans 7, Mengisahkan Sindikat Narapidana yang Kabur
Berikut ini penjelasan Panji Petualang selengkapnya, yang ditulis di akun Instagram-nya.
"Akhir2 ini sering banget denger kabar Retic python nelen orang...
Kasus nya sering terjadi di sulawesi.. Padahal ular jenis retic besar di ketahui banyak di sumatera dan kalimantan.
Kalo yang saya perhatiin faktor nya karena ini
1. ular jenis python reticulatus dari sulawesi karakter nya lebih agresif ketimbang dari tempat lain,
2. kerusakan habitat dan kurangnya makanan
3. ular python berburu dengan cara menunggu dan menggunakan indra jacobson untuk mereka mengetahui di mana mangsanya,
ular python juga punya semacam sensor yang bisa melihat darah panas (contoh manusia) ketika python berhasil nerkam korban secara sembunyi2